Sejarah Poligami

Orang pertama berpologami dalam catatan Alkitab adalah Lamekh, keturunan kain. Lamekh yang melakukan pologami, juga mengakui melakukan sesuatu yang lebih jahat dari Kain. Kejahatan Lamekh adalah membunuh orang yang meludahi dan membuat peraturan / hukum secara sepihak atau sendirian dan menyingkirkan hukum Allah. Lamekh mengatakan bila Kain dibalaskan tujuh kali lipat, Lamekh tujuh puluh kali lipat.

Beristri satu adalah ideal dan cukup.

Kejadian 2:18 menceritakan bahwa Allah menjadikan HAwa sebagai penolong bagi Adam. Dalam “Septuaginta” kata “penolong” adalah parakletos yang juga dipakai untuk ROH ALLAH. ( Yoh 14:16,26) Istri adalah penolong bagi suami baik dalam biologis maupun rohani. Suami- istri telah menjadi satu dan tidak dapat dipisahkan, kedua menjadi satu daging ( Kej 2:24; 1 Tes 4:3,4)

Dosa Sumber Kekacauan Manusia.

Dosa menyebabkan manusia terpisah dari kasih Allah akibatnya manusia kehilangan kasih Allah yang seutuhnya saat belum berbuat dosa dan berakibat timbulnya ketidak tenangan, ketidakdamaian dan kekacauan karena kehampaan kasih Allah dan berlanjut kepada pelampisan hawa nafsu sehingga melahirkan pelecehan seksual, persetubuhan di luar perkawinan, pemerkosaan yang merusak makna “seks” menurut rencana Allah.

Manusia berusaha mencoba memulihkan keadaan hati tidak damai, misalnya berburu harta, pangkat, gelar ataupun kepada usaha-usaha agamawi seperti bertapa, opantang kawin.

Poligami bukan kehendak Allah.

Alkitab mencatat poligami mulai terjadi sejak kejatuhan manusia ke dalam dosa. Kekosongan Lamekh terhadap kasih Allah dilampiaskan dengan menikahi dua wanita sekaligus, Tindakan Lamekh adalah menciptakan hukum sendiri kemudian muncul setelah berpoligami seperti pembenaran terhadap kasus pembunuhan.

Alkitab mencatat, perjalanan manusia makin bejat dan berpoligami semakin berurat berakar. Orang orang beriman zaman Perjanjian Lama terbawa bawa pada pola pikir itu dan banyak diantaranya yang berpoligami seperti Yakub, Daud dan Salomo.

Tuhan dalam Perjanjian Lama tidak terang-terangan mencela perkawinan poligami dari para hamba-Nya. Ketidak setujuan Allah nyata dalam kesaksian kehidupan rumah tangga mereka yang berpoligami. Dalam setiap pernikahan poligami di dalam Alkitab siapapun orang dan betapa berimannya orang itu tetap tercatat kekacauan dalam rumah tangganya. Rumah tangga inti yang terdiri atas ayah, ibu dan anak alami sesuatu yang hilang.

Yesus jawaban yang benar.

Tuhan Yesus mengatakan bahwa perceraian disebabkan ketegaran hati manusia ( Mat 19:8) Perbedaan, perselisihan, gejolak hawa nafsu bagian dari diri manusia, khususnya pasangan suami-istri. Namun, kejatuhan dalam godaan seperti poligami, percabulan, perzinaan dan perceraian harus dipertanggungjawabkan kepada Allah.

Yesus datang memulihkan hubungan antara Allah dengan manusia. Jalan yang Yesus tempuh adalah melalui kematian di kayu salib. Saat kematian Yesus memikul dosa manusia. Kebangkitan membuktikan bahwa Ia telah menyelesaikan seluruh persoalan dosa. Kasih Yesus yang penuh pengampunan akan membawa kita kepada karunia mengampuni. Dalam pengampunan menemukan keindahan dalam pasangan hidup kita. Pasangan hidup satu sudah cukup dan ideal.

Samin H. Sitohang, Kasus Kasus Dalam Perjanjian Lama, Bandung : Kalam Hidup.

Share: hal praktis
  • Facebook
  • Tumblr
  • Twitter
  • Google Buzz
  • Orkut
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • email
  • Ping.fm
  • Print
  • RSS
  • Yahoo! Buzz

Tags: , ,

Post Author

This post was written by suhartanatanael@gmail.com who has written 202 posts on Kegiatan Kristiani.

One Response “Sejarah Poligami”

  1. mortgage payment calculator January 18, 2011 2:32 am #

    Thanks for taking the time to discuss this, I feel strongly about it and love learning more on this topic. If possible, as you gain expertise, would you mind

Leave a Reply