Penulis : Tidak diketahui (kemungkinan Samuel )
Waktu : Antara 1043 dan 1004 SM.
Rentang Waktu : Sekitar 350 tahun (sejak kematian Yosua sampai kelahiran Samuel)
Judul Kitab : Kitab ini mendapatkan penamaan dari isinya, yaitu tentang para hakim Israel, yang merupakan para pemimpin selama masa kesukuan atau keadaan bangsa dalam kondisi darurat yaitu pada saat tidak ada pemerintah yang terpusat. Judul kitab ini berasal dari bahasa Ibrani, Shopetim, yang berarti “para pemimpin yang berkuasa” atau”Hakim-hakim”
Latar Belakang : Kitab ini meliputi masa setelah kematian Yosua dan penduduk awal Israel di Kanaan. Selama masa ini mereka, yang mengalami guncangan antara lemurtadan dan pertobatan, dipimpin oleh pemimpin-pemimpin individu yang disebut hakim. Kitab Hakim-hakim ini mencatat masa ketidaktaatan dan kekalahan.
Tempat Penulisan : Di tanah perjanjian. (Kanaan)
Mulanya Ditujukan Kepada : Bangsa Israel.
Isi : Karena bangsa Israel belum sepenuhnya menduduki dan menempati seluruh tanah perjanjian, mereka mulai mengadopsi cara-cara berdoa dari bangsa-bangsa di sekeliling mereka. Siklus tragis pun terjadi: Bangsa Israel jatuh ke dalam dosa; Allah mendisiplinkan mereka dengan penindasan bangsa-bangsa asing; mereka berseru minta tolong kepada Allah; Allah membangkitkan seorang pelepas (hakim); kedamaianpun dipulihkan. Siklus pemberontakan ini diulang sebanyak tujuh kali di dalam kitab ini, dan menekankan kasih dan pengampunan Allah dan hukuman karena kurangnya iman dan ketaatan. Kisah-kisah penting dari tiga orang hakim dibahas secara detail: Debora (pasal 4) ; Gideon (pasal 6-8); dan Simson (pasal 13-16).
Kata Kunci : “Kemurtadan”; “Penghakiman”; “Pertobatan”; “Kemurahan”. Bangsa Israel terus-menerus gagal untuk belajar dari kesalahan mereka. “Kemurtadan” mereka berarti mereka harus membayar harga “penghakiman” dari Allah. Namun, ketika akhirnya mereka menunjukkan “pertobatan”, Allah di dalam “kemurahan-Nya” akan membangkitkan seorang hakim untuk memimpin mereka pada pemulihan dan ketentraman.
Tema :
- Selalu ada harga yang harus dibayar atas dosa kita.
- Harga dosa adalah kehancuran dan kematian.
- Kita semua membutuhkan pemimpin yang benar dalam hidup kita. (Pemimpin dan hakim yang paling penting bagi setiap orang pada masa sekarang adalah Yesus Kristus).
- Tanpa pemimpin yang kuat kita akan lebih condong dipengaruhi oleh lingkungan sekitar yang merusak ataupun orang-orang yang menipu.
- Allah dalam belas kasihan-Nya akan melepaskan kita, saat dengan segenap hati kita bertobat dari dosa kita dan menaati-Nya.
- Melakukan suatu hal yang benar dalam pandangan kita sendiri bukanlah selalu berarti benar dalam pandangan Allah
Garis Besar :
- Kegagalan Israel untuk menyelesaian pendudukan tanah Kanaan. 1:1-3:6
- Siklus kemurtadan dan pelepasan. 3:7-16:3.
- Kejatuhan Israel dalam penyembahan berhala, kehancuran moral, dan perang saudara. 17:1-21:25.
Sumber : Lembaga Alkitab Indonesia.














Hi I like your comment and it was so good and I am definetly going to save it. I Have to say the Superb analysis this article has is trully remarkable.Who goes that extra mile these days? Well Done!!! Just another tip you caninstall a Translator Application for your Global Readers …