Kitab 1 Samuel

Penulis : Tidak diketahui (kemungkinan Samuel, dengan kutipan dari riwayat hidup singkat Gad dan Natan).

Waktu Penulisan : Kemungkinan antara 1050-931 SM. Akan tetapi, kitab ini belum mencapai bentuknya sampai beberapa tahun kemudian, kemungkinan antara 930 dan 722 SM.

Rentang Waktu : Sekitar 94 tahun { Masa sejak kelahiran Samuel sampai kematian Saul }.

Judul Kitab : Kitab ini dinamai menurut nama Samuel, bukanjanya karena ia merupakan karakter utama dalam bagian pertama, tetapi juga karena ia yang mengurapi Saul dan Daud, karakter-karakter utama dibagian terakhir kitab ini.

Latar Belakang: 1 Samuel merupakan lanjutan dari kisah dalam kitab Hakim-hakim. Semuanya dimulai pada masa pergolakan di Hakim-hakim, ketika Eli merupakan seorang imam-hakim dan Israel berada dalam penindasan Filistin. Kitab 1 dan 2 Samuel merupakan satu kitab di Kitab Suci Yahudi karena melingkupi kisah berkelanjutan dari tiga karakter utama: Samuel, Saul, dan Daud.

Tempat Penulisan : Tidak diketahui (Kemungkinan di Israel)

Mulanya Ditujukan Kepada : Bangsa Israel.

Isi : Bangsa Israel bersikeras untuk memiliki seorang raja seperti bangsa yang tidak mengenal Allah; mereka tidak mau lagi Allah menempatkan seorang hakim atas mereka. 1 Samuel adalah kisah hakim terakhir dan nabi pertama (Samuel), raja pertama (Saul), dan tahun-tahu awal dari raja terpilih dan diurapi (Daud). Saul kurang memiliki hati mencari Allah, maka Allah menolaknya sebagai raja. Daud muda pun masuk dalam situasi dengan membunuh Goliat dengan sebuah ali-ali dan sebuah batu kecil (pasal 17) dan membina persahabatan yang kuat dengan anak Saul, yaitu Yonatan (pasal 18).Allah memilih Daud untuk mengantikan Saul menjadi raja, tetapi Daud harus lari ke padang gurun untuk melepaskan diri dari cemburu Saul yang membabi-buta. Daud hidup dalam pelarian sampai Saul dan puteranya mati dalam pertempuran di gunung Gilboa. Sekarang panggung pun dipersiapkan untuk masa keemasan dengan bertahtanya Daud sebagai Raja Israel.

Kata Kunci : “Kecemburuan”; “Hati”. Kitab ini penuh dengan “kecemburuan” : Bangsa Israel ingin memiliki seorang raja seperti bangsa-bangsa disekitarnya, dan “kecemburuan” Saul terhadap pengantinya, Daud. Jadi, Allah memandang ke dalam “hati”, dan pilihan-Nya bukan selalu yang diharapkan oleh manusia.

Tema :

  • Allah itu lebih besar daripada masalah apa pun yang kita hadapi.
  • Dengan pertolongan Allah, emosi kita dapat terus berada di bawah kontrol-Nya.
  • Bahkan anak Allah sekalipun dapat gagal dan ajtuh dalam dosa.
  • Hidup yang penuh dosa dan kekalahan  pun dapat memiliki kemenangan dan keberhasilan — jika pertobatan dan ketaatan mulai dimulai.
  • Dosa dalam hidup dapat menolong Allah untuk mengambil berkat-berkat kita dan memberikannya kepada orang lain.
  • Pucuk pimpinan kita seharuslah Allah sendiri, dan bukannya manusia.
  • Bagi Allah ketaatan jauh lebih penting daripada pengetahuan.
  • Seperti Daud, kita haruslah menjadi seorang yang memperkenankan hati Allah (13:14).

Garis Besar :

  • Pelayanan Eli sebagai imam dan hakim.  1:1-4:22.
  • Pelayanan Samuel, hakim terakhir terakhir Israel.  5:1-7:17.
  • Pelayanan Saul, Raja pertama Israel.  8:1-15:35.
  • Daud san Saul.  16:1-27:12.
  • Kemunduran dan kematian Saul.  28:1-31:13.
Share: hal praktis
  • Facebook
  • Tumblr
  • Twitter
  • Google Buzz
  • Orkut
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • email
  • Ping.fm
  • Print
  • RSS
  • Yahoo! Buzz

Tags:

Post Author

This post was written by suhartanatanael@gmail.com who has written 202 posts on Kegiatan Kristiani.

One Response “Kitab 1 Samuel”

  1. Gossip News Celebrity December 31, 2010 12:04 am #

    Very good written post. It will be valuable to anyone who employess it, as well as yours truly . Keep up the good work for sure i will check out more posts.

Leave a Reply