Penulis : Tidak diketahui (kemungkinan Ezra)
Waktu Penulisan : Antara 450 dan 400
Rentang Waktu : 430 – 440 tahun (merupakan periode sejak pemerintahan Salomo sampai penawanan di babel.
Judul Kitab : Kitab 1 dan 2 Tawarikh dinamakan demikian karena mereka “mencatat” seluruh sejarah umat Allah sejak kejadian samapi Raja-raja. penamaan kitab ini dalam Kitab Suci Yahudi berarti “penghitungan hari-hari”.
Latar Belakang : Merupakan kitab terakhir dalam Kitab Suci Yahudi yang dipecah menjadi 1 dan 2 Tawarikh dalam terjemahan modern. Kitab Tawarikh mempunyai perspektif yang berbda dengan Kitab Samuel dan Raja-raja, meskipun kitab-kitab tersebut berisi materi yang sebagian besar sama. Kitab ini tidak memandang dari sisi nubuat, moral dan politis, mainkan disajikan dari sudut pandang seorang imam, yaitu mengevaluasi sejarah kerohaniaan bangsa. Kitab 2 Tawarikh merupakan kelanjutan dari kitab 1 Tawarikh.
Tempat Penulisan : Tidak diketahui (kemungkinan Yehuda)
Mulanya Ditujukan Kepada : Sisa umat Yehuda yang kembali dari Babel.
Isi : 2 Tawarikh mencatat sejarah dari Kerajaan Selatan Yehuda, mulai dari pemerintahan Salomo akhirnya terjadi pembuangan ke Babel. Kemorosotan Yehuda memang mengecewakan, namun penekanannya terletak pada pembaharuan rohani yang dengan giat sekali berusaha untuk mengembalikan bangsa Israel kepada Allah. Hanya sedikit yang diceritakan tentang raja yang jahat atau kegagalan raja yang baik; hanya hal-hal yang baik yang ditekankan disini. karena kitab Tawarikh ini mengambil sudut pandang dari seorang imam, Kerajaan Utara Israel jarang disebut karena penyembah berhala dan penolakan mereka untuk mengakui Bait Suci di Yerusalem, Kitab 2 Tawarikh ditutup dengan kehancuran akhir Yerusalem serta Bait Allah.
Kata Kunci : “Bait Suci”; “Kebangkitan kembali”. “Bait Suci” berulang-ulang ditekankan: pembangunannya, pentahbisannya (pasal 7); acara ibadahnya; penyembahannya; kehancurannya; dan akhirnya maklumat Raja Sirus untuk membangun kembali. “Pembangunan kembali” secara besar-besaran terjadi di bawah pimpinan Asa, Yosafat, Yoas, Hizkia dan Yosia.
Tema :
- Ketaatan berarti kemenangan … tidak taat berarti kekalahan.
- Allah ingin mengampuni dan menyembuhkan mereka yang rendah hati berdoa dan bertobat.
- Seorang pemimpin bangsa adalah cerminan dari rakyatnya,
- Tidak ada sebuah tugas besar yang dapat diselesaikan dengan benar tanpa bantuan Allah Yang Mahakuasa.
- Allah membenci dosa dan tidak menolerensinya.
- Semua usaha pribadi kita tidak berfaedah jika dikerjakan di luar kehendak Allah.
Garis Besar :
- Bertahtanya Salomo. 1:1-7.
- Pembangunan Bait Allah oleh Salomo. 2:1-7:22.
- Tahun-tahun terakhir dari pemerintahan Salomo. 8:1-9:31.
- Pemerintahan raja-raja Yehuda. 10:1-36:14.
- Runtuhnya Yerusalem. 36:15-23.
Sumber : Lembaga Alkitab Indonesia.













