Penulis : Kemungkinan Ezra.
Waktu Penulisan : Antara 457 dan 444 SM.
Rentang Waktu : Sekitar 81 tahun.
Judul Kitab : Dari karakter utama kitab ini : Ezra.
Layar Belakang : Ezra melanjutkan dari tempat sama kitab 2 Tawarikh berakhir. Koresh, Raja Persia, mengeluarkan sebuah dekrit yang mengizinkan semua orang Yahudi dalam kerajaannya untuk kembali ke Yerusalem setelah masa pembuangan selama 70 tahun. Bangsa Israel yang keluar dari Mesir ada tiga juta orang, namun hanya kurang dari 50.000 orang yang mempergunakan kesempatan “pulang kedua kalinya” yang menempuh jarak 900 mil dari Babel kembali ke Yerusalem. Setidaknya bagian dari masa ini berketepatan dengan waktu dari tokoh sejarah berikut ini :Budha Gautama di India; Konfusius di Cina; Sokrates di Yunani (yang diikuti oleh muridnya Plato); dan Perikles di Athena (mendiriikan kuil Parthenon).
Tempat Penulisan : Yerusalem.
Mulanya Ditujukan Kepada : Bangsa Israel.
Isi : Setelah pengumuman resmi dari Koresh, Zerubabel memimpin gelombang pulang yang pertama dari umat Allah untuk membangun reruntuhan Yerusalem dan Bait Allah yang telah dihancurkan oleh Nebukadnezar. Pekerjaan itu terus menerus terhambat oleh kurangnya tenaga dan tentangan dari pihak luar. Keputus-asaan itu membuat pekerjaan itu terhenti sampai Allah mengirimkan nabi Hagai dan Zakaria untuk memberi semangat kepada mereka, yang kemudian dengan antusias membangun kembali mezbah dan Bait Allah. Beberapa tahun kemudian Ezra memimpin kembali para imam dari tempat penawanan mereka ke Yerusalem. Pelayanan Ezra yang efektif meliputi: pembacaan firman Allah, memulai pembaharuan, dan memulihkan penyembahan dan memimpin kebangunan rohani di Yerusalem.
Kata Kunci : ”Kembali”;”Mempersembahkan Kembali”. Umat Allah sekarang telah siap “kembali” di tanah air mereka, kepada penyembahan mereka. Mereka harus “mempersembahkan kembali” diri mereka untuk membangun kembali semua yang telah hilang dari diri mereka, Bait Allah, dan iman mereka kepada Allah dan Firman-Nya.
Tema :
- Allah dalam kemahakuasaan-Nya menjaga dan melindungi anak-anak-Nya.
- Allah selalu menepati janji-Nya.
- Ketika umat Allah menerima hukuman atas dosa, itu menunjukkan bahwa kasih sejati memiliki unsur pembetulan.
- Sebagai balasan kasih Allah yang tidak berkesudahan kita harus mentaati firman-Nya.
- Tidak ada masalah yang terlalu besar yang dapat menghentikan sebuah rencana yang dibuat menurut kehendak Allah.
- Tujuan kita haruslah berharga di mata Allah dan diri kita sendiri.
- Kesussahan kita dihari yang lalu dapat menjadi keberhasilan kita hari ini.
Garis Besar:
- Para tawanan kembali ke Yerusalem. 1:1-2:70.
- Bait Allah dibangun kembali. 3:1-6:22.
- Ezra tiba di Yerusalem dan memperbaharui bangsa Israel. 7:1-10:44.
Sumber : Lembaga Alkitab Indonesia.














Its really a cool and helpful piece of information. I¡¦m glad that you simply shared this useful information with us. Please keep us up to date like this. Thank you for sharing.