Penulis : Kemungkinan Nehemia. (Namun, beberapa ahli mengemukakan bahwa Ezra mungkin menulis beberapa bagian dari kitab ini dengan mengunakan laporan yang dibuat Nehemia untuk mencatat kelanjutannya).
Waktu Penulisan : Antara 445 dan 420 SM.
Rentang Waktu : 19-25 tahun.
Judul Kitab : Dari karakter utama kitab ini : Nehemia.
Latar Belakang : Sekitar 12 tahun setelah kitab Ezra berakhir dengan penmbaharuan yang dilakukan Ezra di Yerusalem, kitab Nehemia dimulai ketika Nehemia menerima kabar bahwa Yerusalem kembali porak poranda baik secara fisik maupun rohani. Hal itu membuat hati Nehemia hancur dan ia menangis selama berhari-hari. Nehemia adalah seorang pembawa minuman bagi Raja Artahsasta, seorang Raja persia, dan ia pun diizinkan untuk kembali ke Yerusalem bagi misi pemulihan.
Tempat Penulisan : Kemungkinan Yerusalem.
Mulanya Ditujukan Kepada : Bangsa Israel.
Isi : Nehemia mendapatkan izin dari Raja persia untuk kembali ke Yerusalem, dimana ia membangun kembali tembok kota dan menjadi gubernur. Dengan ilham dari Nehemia, Bangsa Israel memberi perpuluhan dalam jumlah yang sangat banyak, perlengkapan dan tenaga kerja untuk menyelesaikan pembangunan tembok dalam tempo 52 hari yang luar biasa — walaupun memdapatkan banyak tentangan. Namun, usaha bersama ini tidak bertahan lama karena Yerusalem kembali jatuh dalam penyembahan berhala ketika Nehemia meninggalkan mereka untuk beberapa waktu lamanya. Akan tetapi, ia kemudian kembali ke Yerusalem untuk mendirikan kembali penyembahan yang benar melalui doa serta mendorong umat untuk bangkit kembali dengan membaca dan perpegang kepada Firman Allah.
Kata Kunci : “Sasaran”; “Membangun kembali”. Kita semua membutuhkan sasaran-sasaran yang mengambarkan visi, benar-benar penting, dan yang melibatkan Allah didalamnya. “Sasaran” Nehemia adalah “membangun kembali” tembok Yerusalem. Ia tidak merasa puas jika pembangunan tembok itu tidak diselesaikan sepenuhnya.
Tema
- Setiap orang wajib memiliki belas kasihan yang murni terhadap orang lain yang terluka secara rohani atau fisik.
- Tidaklah Alkitabiah jikakita memiliki rasa kasihan namun tidak melakukan apapun untuk menolong.
- Kadang-kadang kita mungkin harus melepaskan kenyamanan kita sendiri supaya kita dapat melayani orang lain dengan baik.
- Kita harus benar-benar percaya alasan yasng ada sebelum kita memberi waktu atau uang kita untuk itu, dengan hati yang benar.
- Ketika kita mengizinkan Allah melayani orang lain melalui diri kita, bahkan orang yang tidak percaya pun akan tahu bahwa itu semua adalah pekerjaan Allah.
garis besar
- Nehemia membangun kembali tembok Yerusalem. 1:1-6:19.
- Ezra melayani pembacaan Hukum kepada Umat Allah. 7:1-10:39.
- Hukum Tuhan dan pembaharuan ditaati. 11:1-13:31
Sumber : Lembaga Alkitab Indonesia.













