Kitab Ayub.

Penulis : Tidak diketahui. (Namun, kemungkinan yang dipertimbangkan termasuk Ayub, Elihu, Musa dan Salomo).

Waktu Penulisan : Para ahli menempatkan waktu penulisan Ayub diantara zaman Abraham sampai saat bansa Yahudi kembali dari pembuangan mereka di Babel.

Rentang Waktu: Tidak disebutkan.

Judul Kitab : Dari Karakter utama kitab ini :Ayub.

Latar Belakang :  Ketika kitab Ayub dimulai, ia merupakan seorang terkaya dan termakmur di seluruh bumi. Ia takut akan Allah dan hidup dalam kebenaran selama masa patriarkal kuno, di tanah Uz (sebuah daerah di Utara Arab).

Tempat Penulisan : Tidak diketahui (kemungkinan di daerah sebelah Utara Palestina).

Mulanya Ditujukan Kepada : Tidak ditujukan kepada orang tertentu,

Isi : Mengapa orang benar menderita ? Inilah pertanyaan yang timbul setelah Ayub kehilangan keluarga, kekayaan, dan kesehatannya. Ketiga sahabat Ayub – Elifas, Bildad, dan Zafor – datang untuk menghiburnya serta berbicara mengenai tragedi beruntun yang menghancurkannya. Mereka berkeras bahwa penderitaan merupakan hukuman atas dosa dalam hidupnya. Akan tetapi, walaupun melalui semua ini, Ayub tetap setia kepada Allah dan membantah dengan mengatakan bahwa ia tidak berdosa dalam hidupnya. Sahabat yang ke-empat, Elihu mengatakan kepada Ayub bahwa ia harus merendahkan dirinya dan tunduk kepada Allah sendiri da mendapatkan pelajaran berharga tentang kemahakuasaan Allah dan betapa pentingnya untuk memercayai Allah sepenuhnya. Kemudian Ayub pun dipulihkan  baik kesehatan, kebahagiaan, maupun kemakmurannya …. bahkan lebih dari keadaan yang semula.

Kata Kunci : “Kesulitan”;”Penderitaan”; “Penghiburan”. Untuk hidup dalam iman diperlukan ketekunan. Meskipu mendapat siksa dan “kesulitan”, Ayub tetap tabah dalam iman percayanyakepada Allah, seperti yang dikatakan kepada istrinya “Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?” (2:10). Orang orang kristen masa kini, sama seperti Ayub, dapat bersandar fakta bahwa Allah itu adil, Mahakuasa, Mahatahu dan berdaulat. Ia akan “memberi kenyamanan” bagi kita jika kita datang kepada-Nya

Tema :

  • Iblis tidak dapat membawa kehancuran pada keuangan ataupun fisik kita kecuali jika ia mendapat izin dari Allah, dan Allah akan menentukan batasnya.
  • Allah diluar kemampuan manusiawi kita untuk mengerti semua pertanyaan “mengapa” di balik berbagai penderitaan di bumi.
  • tetaplah tenang dan yakin … pelaku kejahatan akan menerima pembalasan dengan adil.
  • Kita tidak dapat menyalahkan semua penderitaan yang  terjadi pada dosa si penderita.
  • Kadang-kadang penderitaan diizinkan terjadi dalam hidup kita untuk memurnikan, untuk menguji, untuk memberi pelajaran atau untuk menguatkan jiwa kita dengan menunjukkan bahwa ketika kita telah kehilangan semuanya, dan hanya Allah yang tersisa… Allah saja cukup.
  • Allah berhak mendapatkan dan meminta kasih dan pujian kita terlepas dari nasib kita, baik maupun buruk.
  • Allah akan melepaskan semua orang percaya dari penderitaan mereka dalam hidup ini dan hidup yang akan datang.

Garis Besar:

  • Latar belakang Ayub dan serangan dari setan.  1:1-2:13.
  • Perdebatan Ayub dengan ketiga sahabatnya.  3:1-31:40.
  • Elihu berbicara mengenai keadilan Allah. 32:1-37:24.
  • Campur angan Allah.  38:1-41:34.
  • Pemulihan Allah atas Ayub.  32:1-17.

Sumber : Lembaga Alkitab Indonesia.

Share: hal praktis
  • Facebook
  • Tumblr
  • Twitter
  • Google Buzz
  • Orkut
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • email
  • Ping.fm
  • Print
  • RSS
  • Yahoo! Buzz

Tags:

Post Author

This post was written by suhartanatanael@gmail.com who has written 202 posts on Kegiatan Kristiani.

No comments yet.

Leave a Reply