Kitab Amsal

Penulis : Yang utama adalah Raja Salomo, tetapi Agur, Raja Lemuel, dan lainnya juga memberi kontribusi.

Waktu Penulisan : Antara 1000 dan 700 SM. Akan tetapi, sebagian dari kitab Amsal ini ditulis Salomo pada waktu 931 SM. (Kitab ini belum disempurnakan menjadi bentuk seperti saat ini sampai beberapa tahun kemudian).

Rentang Waktu : Tidak diketahui, namun terutama selama tahun-tahun masa hidup Salomo.

Judul Kitab : Judul kitab ini dalam bahasa Ibrani berarti “Amsal Salomo”.

Latar Belakang : Salomo naik tahta mengantikan Daud ayahnya untuk menjadi raja atas Israel. Setelah memohon hikmat dari Allah, ia begitu diberkati sehingga banyak orang datang dari negeri yang jauh untuk belajar dari dirinya. Kumpulan peribahasa bijak merupakan bagian dari pengajaran ini. Kitab Amsal merupakan kumpulan dari seperempat bagian dari 3000 amsal dan 1005 lagu yang ditulis Salomo.

Tempat Penulisan : Kemungkinan di Yudea.

Mulanya Ditujukan Kepada : Terutama anak-anak muda.

Isi : Amsal merupakan campuran dari peribahasa bijak mengenai kebenaran rohani dan akal-sehat. Amsal – amsal ini memberi instruksi mengenai semua aspek hidup manusia yang mungkin ada, seringkali dengan menunjukkan perbedaan yang menyolok antara pandangan orang yang tidak beriman yang bodo dengan pandangan beriman dari orang bijak. Kebenaran ini memberi nasihat yang membantu untuk mencegah maupun memperbaiki gaya hidup yang tidak beriman. Amsal ini  mudah dilakukan, tanpa batas waktu, dan ideal untuk dihafalkan. Kitab ini berakhir dengan sebuah pandangan dari dekat tentang kualitas dari wanita yang beriman dalam hubungannya dengan suami, anak-anak, dan orang-orang disekitarnya (pasal 31).

Kata Kunci : “Hikmat”; “Kebodohan”. Kemampuan untuk hidup dengan kebenaran yang dilakukan sehari-hari diteliti dengan cermat didini. “Hikmat” ini menolong kita untuk membedakan antara baik dan jahat, benar dan salah, dan sudut pandangan Ilahi atau manusiawi. “Permulaan hikmat adalah takut akan “Tuhan” (9:10), tetapi “perempuan bebal cerewet …. tidak berpengalaman ia dan tidak tahu malu” (9:13)

Tema :

  • Hikmat yang sejati tidak dapat diperoleh di luar Allah.
  • Allah meminta  kita menyerahkan bahkan aspek paling tidak penting dari hidup kita ke dalam kekuasaan-Nya sebagai Allah.
  • Kita seharusnya tidak bersandar pada pengertian kita sendiri, melainkan pada kebenaran yang Allah ajarkan kepada kita.
  • Allah akan memimpin langkah-langkah kita.
  • Orang beriman menjadi sukses dalam hidup karena ketaatan kepada Firman dan jalan-jalan Allah.
  • Allah ingin kita bahagia.
  • Allah telah menyediakan kebahagiaan bagi kita jika kita takut, percaya dan taat kepada-Nya.

Garis Besar :

  • Tujuan dan tema Amsal.  1:1-6.
  • Perbandingan yang menyolok antara hikmat dan kebodohan.  1:7-9:18.
  • Amsal amsal Salomo.  10:1-24:34.
  • Amsal-amsal Salomo yang dikumpulkan oleh orang-orang Raja Hizkia.  25:1-29:27.
  • Peribahasa Agur.  30:1-33.
  • Peribahasa Raja Lemuel.  31:1-31.

Sumber : Lembaga Alkitab Indonesia.

Garis besar :

Tags:

Post Author

Postingan ini dibuat oleh suhartanatanael@gmail.com yang telah menulis 299 dibuat pada Kegiatan Kristiani.

Belum ada komentar.

Berikan Tanggapan