Kitab Pengkhotbah

Penulis : Kemungkinan Salomo.

Waktu Penulisan : Antara 940 dan 935 SM.

Rentang  Waktu: Tidak diketahui [kemungkinan pada tahun-tahun terakhir masa perubahan Salomo]

Judul Kitab : Judul ini berasal dari bahasa Yunani yang berarti “guru”.

Latar Belakang : Walaupun sang penulis memiliki hidup yang penuh kesenangan, kekayaan, kekuasaan, dan prestise …. ia masih terus mencari kebahagiaan. Sebagian besar dari Kitab Pengkhotbah ini kemungkinan ditulis ketika Salomo menganalisa kegagalan dan kemurtadan dalam hidupnya dimasa lalu.

Tempat Penulisan : Yerusalem.

Mulanya Ditujukan Kepada : Terutama kepada orang-orang muda.

Isi : Kitab Pengkhotbah dimulai dengan sang penulis membagikan alasan atau pandangannya terhadap hidupsebagai ssuatu yang tidak berarti dan sia-sia. Pemikirannya berpendapat bahwa meskipun manusia bekerja keras, mendapatkan pencapaian hidup, popularitas, atau harta kekayaan …. kematian menanti semuanya. Ia menyadari bahwa ada waktu dan musim bagi sehala hal (pasal 3), tetapi ia tidak mengetahui bagaimana manusia dapat mengerti sepenuhnya kapan waktu ini revelan. Semua pengakuan yang pesimis ini pada akhirnya membawa pada sebuah kebenaran bahwa tidak ada sukacita bagi manusia di luar Penciptanya. Sang penulis menyadari dan dengan antusias menyatakan jawabannya : kepuasan, keberartian dan kebahagiaan tidak datang dari pencapaian dalam hidup … melainkan dari Tuhan sang pemilik hidup itu.

Kata Kunci : “Tak berarti”; “Bekerja dengan susah payah”. Tanpa Allah, tidak ada pengertian yang didapat dari hidup kita. Semuanya kosong, tanpa harapan dan “tidak berarti”/ Semua jerih payah duniawi kita akan terus membuat kita frustasi dan terasa mengecewakan jika kita mencarinya sebagai tujuan akhir.

Tema :

  • Tujuan duniawi di luar Allah tidak pernah membawa kebahagiaan.
  • Uang tidak memberi kita kebahagiaan.
  • Kemasyuran tidak memberi kita kebahagiaan.
  • Kekuasaan tidak memberi kita kebahagiaan.
  • Keberhasilan tidak memberi kita kebahagiaan.
  • Hikmat manusia tidak memberi kita kebahagiaan.
  • Sebuah hidup yang sepenuhnya tundauk dan setia kepada Allah akan membawa kebahagiaan.
  • Masa muda yang diwarnai ketaatan kepada Allah akan membawa sukacita dalam hidup dikemudian hari … kehidupan masa muda yang tidak taat kepada Allah akan membawa penderitaan di kemudian hari.
  • Seharusnya kita menikmati hidup ini meskipun kadang-kadang kita mungkin mendapatkan kesukaan.
  • Semakin dekat kita berjalan dengan Allah, kita akan semakin menyadari berkat-berkat-Nya dalam hidup kita.
  • Hari ini mungkin merupakan hari akhir kita di dalam dunia.
  • Seharusnya kita memandangnya sebagai pemberian yang berharga dari Allah.

Garis Besar :

  • Segala sesuatu sia-sia.  1:1-2:26.
  • Untuk segala sesuatu ada waktunya.  3:1-22.
  • Kekecewaan dan ketidakadilan dalam hidup.  4:1-8:17.
  • Nasib semua orang sama.  9:1-12:8.
  • Kesimpulan : Takutlah akan Tuhan dan berpegang pada perintah-perintah-Nya.  12:9-14

Sumber: Lembaga Alkitab Indonesia.

Tags:

Post Author

Postingan ini dibuat oleh suhartanatanael@gmail.com yang telah menulis 299 dibuat pada Kegiatan Kristiani.

Belum ada komentar.

Berikan Tanggapan