Julius Ceasar di tahun 46 membangun kota Korintus dan dijadikan ibu kota politik yang diakui dari Akhaya, tempat kediaman gubernur yang berkuasa mengalami ledakan pertumbuhan ekomoni dan menawarkan kemewahan, pameran kekayaan, pemuasan hawa nafsu dan olahraga. Korintus dikenal sangat rendah bahkan bila dipandang norma kafir sekalipun dan paling hina dalam kekaisaran. Di Korintus ada kuil dewa Afroditus yang dihuni sampai seribu imam wanita sebagai pelacur bakti.1
Anugerah Tuhan membuat Paulus membangun jemaat di Korintus dan melakukan pengembalaan agar orang orang korintus yang percaya menjadi tubuh Kristus yang menjadi gambaran tubuh Kristus yang sebenarnya. Di Korintus ditemui permasalahan moral yang serius.
Selain berhadapan moral yang rusak dan pengaruh ajaran kuil dewa Afroditus juga ajaran gnostik. Gnostik mengajarkan bahwa segala sesuatu yang anda lakukan dengan tubuh anda tidak akan menimbulkan pengaruh apa pun. Karpokrates menasehatkan pengikutnya berbuat dosa. Epifanes mengajarkan kehidupan seks bebas adalah hukum ilahiah. Pernikahan adalah sesuatu yang buruk, dan wanita adalah sesuatu yang jahat. Kegiatan prokreasi juga adalah sesuatu yang jahat. Beranak cucu hanya akan bermuara pada pelipatgandaan jumlah jiwa-jiwa yang berada di bawah pengaruh kuasa kuasa gelap. Suatu hari akan tiba kaum wanita akan diubah menjadi pria – demi mewujudkan semacam Taman Eden tanpa Hawa.2
Nas di dalam surat 1 korintus pasal 6 memberikan perspektif yang berbeda sama sekali dengan perspektif Gnostisisme maupun pemikiran platonis. Paulus memiliki penghargaan tinggi kepada tubuh manusia. Istilah ‘tubuh’ dari kata Yunani swma muncul delapan kali mulai dari ayat 13 sampai ayat 20.3 Penganut Gnostisisme telah anggap hina tubuh manusia. Tentu saja, untuk saat ini tubuh kita adalah tubuh yang hina, karena melakukan dosa dan kejatuhan ke dalam dosa, tetapi tidak hina saat diciptakan. Yesus Yang adalah Firman Allah mengenakan tubuh manusia, mempersatukan ke-Ilahian dan kemanusiaan menunjukkan betapa berharganya tubuh manusia.4
Nas 1 Korintus pasal 6 :12-20 juga memberikan perspektif yang berbeda dengan ajaran kuil dewa Afroditus. Paulus dengan tegas melarang praktek percabulan. Praktek percabulan merupakan pelanggaran hukum ketujuh, ‘ Jangan berzinah !’ Percabulan mencemarkan pernikahan. Billy Graham dalam bukunya Bebas Dari Tujuh Dosa Maut menegaskan bahwa dosa seksual adalah salah satu dosa yang paling keji, yang menyeret manusia ke tingkat paling rendah yaitu tingkat binatang.5
Percabulan dalam kehidupan manusia saat ini adalah penyimpangan seks dengan menyalahgunaan alat reproduksi pada manusia. Penyalah-gunaan alat reproduksi hanya dilakukan oleh manusia sekalipun hewan dan Tumbuhan memiliki alat reproduksi dan dikelompokan berdasarkan alat reproduksinya menjadi 2 jenis yaitu jantan dan betina. Hewan dan tumbuhan mengunakan alat reproduksi hanya untuk melanjutkan kelangsungan kehidupan/ mendapatkan keturunan. Percabulan adalah suatu aktivitas yang salah akibat perilaku seksual yang menyimpang. Penyimpangan aktivitas seks berdasarkan ketentuan hukum belum tentu dipandang melakukan kejahatan seksual. Percabulan acap kali sulit dijerat di pengadilan/ secara hukum bila tidak mengandung kejahatan seksual, misal: Incest ( hubungan seks antara sanak keluarga atau anggota keluarga sendiri yang dilarang oleh hukum), seks komersial/ prostitusi, pemerkosaan, pelecehan seksual, sodomi, kejahatan besar dalam arti perampokan, pemerkosaan, pembunuhan dan atau pembakaran/ mutilasi sekaligus dalam satu proses kejadian; sedangkan penyimpangan seksual seperti memiliki suami atau isteri lebih dari satu, pornografi, porno-aksi, peselingkuhan, hidup bersama dengan patner seks tanpa nikah (syarat masuk pernikahan? ), atau hubungan seks bebas yang lebih liar dari pada dengan hewan, hubungan seks sejenis, biseksual, transeksual atau yang lebih liar, 6 sulit dibawa kepengadilan.
Survei terhadap ribuan pria tentang apa yang pria inginkan dari seorang wanita maka jawaban utama adalah kepuasan seks.7 Sedangkan survei terhadap wanita tentang apa yang diingini wanita dari seorang pria adalah kesalehan.8 Respon-respon fisiologis dari vasocongestion, dimana ada aliran darah yang meningkat ke dalam jaringan erektil sehingga jaringan erektil tersebut membesar dan mengeras dan myotonia, dimana otot-otot berkontraksi. Respon – respon fisiologis pria terhadap wanita dalam masalah seks menyebabkan hasil survei menempatkan seks sesuatu yang utama diharapkan pria dari wanita. Hubungan seks pria dengan wanita yang dapat tersalurkan membuat fase ketegangan dan respon seksual menjadi lengkap dan alami empat fase: perangsangan, ketegangan, orgasme dan resolusi (berhentinya ketegangan).9 Pemaksaan dalam melakukan seksual di luar nikah adalah tindakan kejahatan seksual.
Foreplay – Pemanasan adalah bagian dari proses tubuh perempuan dan laki-laki untuk berhubungan seks tetapi tidak harus terjadi hanya karena rangsangan seks. Hubungan seks tanpa nikah adalah sesuatu yang dilarang. Seks yang biasanya dikenal dengan peristiwa dimana penis di dalam vagina. Penis ada di dalam vagina beresiko kehamilan, infeksi, AIDS atau penyakit kelamin lainnya dan pengaruh emosional.
Bagi pria lebih mudah melakukan melakukan hubungan seks tanpa keterikatan emosional yang lahir dari hubungan keintiman sejati, wanita menyalurkan seks berfungsi mengungkapkan keterikatan emosional, kenyaman dan rasa aman dalam hubungan.10 Apakah tanda keintiman sebagai dasar ada ikatan emosional? Contoh keintiman antara lain berbagi rahasia, menerima kekurangan satu sama lain, memaafkan, memahami apa yang disukai dan yang tidak disukai, percaya terhadap apa yang diucapan. Keintiman tidak selalu dengan status suami-istri, status pacar saya tetapi keintiman bisa berlaku dengan siapa saja dan tidak berakhir dengan hubungan seks kecuali antara suami – istri dapat berujung hubungan seks.
Hubungan seks sebelum menikah tidak menjamin tanda semakin intimnya seorang yang berpacaran sebab hubungan seks lebih didominasi keinginan mendapatkan “tubuh kekasih” tanpa kepastian kesetiaan karena tidak ada ikatan pernikahan dan mungkin setelah “mendapat” yang diinginikan maka timbul tidak hormat dan menimbulkan sakit hati, kekecewaan, kepahitan. Sekalipun dalam hubungan seks tanpa nikah awalnya mungkin menyenangkan dan memiliki komitmen “bertanggung- jawab” tetapi tindakan tersebut tidak bertanggung-jawab. Pernyataan “bertanggung-jawab” umumnya adalah alasan untuk dapat terus melakukan seks sampai muncul sesuatu yang tidak diinginkan terjadi. Hubungan seks di luar nikah pada mulanya direncanakan berakhir baik akan menimbulkan sesuatu keburukan sekalipun menikah dikemudian hari.
Percabulan adalah masalah klasik yang dihadapi setiap generasi. Percabulan saat ini pun telah terjadi di Jemaat Korintus saat pelayanan Paulus. Dampak pelayanan Paulus di Korintus membantu generasi saat ini menghadapi persoalan percabulan. Paulus melalui surat ke Jemaat Korintus menuntun jemaat Korintus dan jemaat generasi saat ini kepada kesucian.11 Jemaat diarahkan agar dikuduskan dalam Kristus Yesus dan dipanggil menjadi orang kudus termasuk generasi kita di segala tempat yang berseru kepada Yesus Tuhan.
Pernyataan Paulus di dalam 1 Korintus 6 :18 sesuatu yang mengejutkan jemaat Korintus dan tetap aktual di saat ini. ‘Jauhkanlah dirimu dari percabulan ! Setiap dosa lain dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri.’ Menjauhkan diri dari dosa seksual adalah mengambil langkah seribu, menghindarinya, lari daripadanya, contoh : Yusuf lari dari istri Potifar.12
Tubuh adalah ciptaan Allah, dan telah ditebus oleh Allah melalui salib Kristus dikuduskan.13 Implikasi logis adalah: organ-organ seksual dari tubuh kita serta perasaan-perasaan yang ditimbulkannya adalah suatu anugerah dari Allah. Ia merancang semua dan berikan kepada kita. Bersyukur kepada-Nya untuk organ-organ seksual dan perasaan-perasaan seksual yang kita miliki. Penerimaan yang sungguh-sungguh dan penuh syukur atas seksualitas merupakan langkah penting demi menaklukkan nafsu birahi termasuk menjauhkan diri dari melakukan seperti: seks solo, oral seks, anal seks.
Tubuh bukanlah semata-mata bagian dari manusia yang dapat rusak, melainkan mewakili manusia itu sendiri. Manusia tidak mempunyai tubuh, melainkan adalah tubuh. Paulus menolak untuk memisahkan kehidupan rohani dari keberadaan dan tindakan tindakan fisik seseorang.14 Yesus pun dibangkitkan Allah termasuk tubuh-Nya.(ayat 14), sehingga tubuh bukan untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan, dan Tuhan untuk tubuh.
John Milton dalam paradise lost (Danbury,Conn;Grolier), halaman 256 merasa yakin bahwa hubungan seks adalah bagian dari pengalaman kedua nenek moyang kita itu sebelum kejatuhan dalam dosa. Akibat jatuh ke dalam dosa maka bermunculan berbagai jenis dosa, diantaranya dosa seksual – percabulan. Paulus menyatakan orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri. Keunikan dosa percabulan adalah berpengaruh kepada tubuh kita sendiri. Apakah pengaruh dosa percabulan? Dalam buku Etika Kristen oleh D.E. Naat, halaman 80, dinyatakan bahwa dosa ini berakibat:
- Dosa percabulan meninggalkan bekasnya
- Dosa percabulan mencemooh dan menipu
- Dosa seksual memperbudak orang yang melakukannya.
Pertobatan adalah jalan satu-satunya untuk lepas dari dosa seksual.
Paulus mengajarkan adanya kebangkitan tubuh-tubuh yang mati disamping adanya kebangkitan roh. Tubuh anggota jemaat adalah anggota Kristus,15 menjadi milik Kristus. ‘Sekali kali tidak’ dalam ayat 15 mengungkapkan betapa Paulus merasa terkejut bahkan dengan pemikiran tentang tindakan itu sendiri. Seorang tidak dapat mengikatkan [ dalam hubungan seksual] tubuh yang adalah milik Kristus dengan tubuh seorang pelacur. Itu berarti membuat Kristus sendiri berhubungan dengan pelacur!
Saat percaya dan menerima Yesus sebagai Juruselamat itu terjadi melalui Roh Allah yang bekerja melalui Injil dan kemudian menerima sakramen-sakramen. Orang Kristen yang menerima Yesus telah mengikat dirinya pada Tuhan berarti menjadi satu roh dengan Dia. Satu roh berbeda dengan satu daging. Ikatan pernikahan menbuat jadi satu daging, ikatan dengan Kristus Yesus membuat jadi satu roh.
Saat pecaya maka menerima Roh-Nya.16 Percaya dan menerima Yesus Juru selamat maka tubuh menjadi bait Roh Kudus. Tubuh adalah bait Roh Kudus diterima melalui iman,17 bukan melalui kesalehan manusia dan prestasi-prestasi atau jasa jasa. Roh Kudus dapat menolong untuk taat kepada Firman Tuhan dan menguduskan tubuh. Taatilah Firman dan Roh Kudus, maka tubuh sebagai bait Roh Kudus dimampukan untuk menjauhkan dari percabulan. Roh Kudus dan Firman Tuhan menuntun kepada pertobatan. Relakan hati diajar Tuhan untuk menjauhi percabulan.
Roh Kudus menandai orang-orang percaya sebagai umat di bawah pemilik yang baru. Mereka bukan milik mereka sendiri; mereka tidak dapat lagi melakukan apa saja yang mereka sukai. Orang-orang percaya milik Tuhan yang telah dibeli oleh-Nya dan harganya telah lunas dibayar.18 Kehidupan percabulan yang tidak bermoral tidak berarti kemerdekaan, melainkan perhambaan lama ke dalam dosa19; hanya mereka yang dipimpin oleh Roh Kudus disebut sebagai anak-anak Allah yang merdeka. Hormati dan muliakan Allah dalam tubuh.20
Setiap tindakan fisik yang dilakukan di dalam iman, entah makan, minum, bekerja, tidur, berolahraga, juga bercinta adalah sebuah tindakan rohani bagi orang yang memiliki Roh yang tinggal di dalamnya dan yang menjalini hidup Kristus sendiri di dalam dirinya.21
Tuhan sanggup mengampuni dan menolong keluar dari percabulan. Tinggalkan percabulan, Tuhan menyertai kita.
Catatan-catatan:
- Merrill C Tenney, Survei Perjanjian Baru, Gandum Mas Cetakan 7 halaman 357
- Edwin M. Yamauchi ed. Sinclair B. Ferguson,New Dictionary of Theology, Inter Varsity Press, 1988 halaman 273-274
- Pdt. Hasan Sutanta, D.Th, PBIK II, LAI 2006 halaman742
- Injil Yohanes 1:14
- D.E.Naat,M.Th,Ph.D Etika Kristen, Tiranus Bandung 2004, halaman 80
- Encarta Dictionary, Microsoft, 2005, kumpulan artikel seperti: obscene,indecent,pornographic,sex, criminal law
- John Hagee, Apa Yang Pria Inginkan Dari Seorang Wanita, Immanuel,halaman 1
- Diana Hagee, Apa Yang Wanita Ingini Dari Seorang Pria, Immanuel, Hal 177
- Barbara Nash, Panduan Kesehatan Seksual, Prestasi Pustaka, halaman 96
- Melisa Holmes M.D., Girlology, Transmedia, Halaman 151-177
- I Korintus 1:1-3
- Kejadian 39
- Ibrani 10:10
- Roma 12:1
- I Korintus 12:12,13; 10:16,17
- Roma 8:9
- Galatia 3:2
- I Korintus 7:23
- Galatia 5:1
- Filipi 1:20; Roma 12:1
- Galatia 2:20














Just found your site on google and i think it is a shame that you are not ranked greater as this is a terrific publish. To change this i chose to save your website in order to my Rss or atom reader and I will try to say you in one of my personal posts because you truly deserv much more readers whenever publishing content of this quality.
Hi I like this post and it was so good and I am gonna bookmark it. I Have to say the Indepth analysis this article has is trully remarkable.No one goes that extra mile these days? Bravo! Just one more tip you shouldinstall a Translator Application for your Worldwide Readers ..