Kitab Yesaya

Penulis : Yesaya.

Waktu Penulisan : Antara 745 dan 680 SM.

Rentang Waktu : Pelayanan kenabian Yesaya berlangsung sekitar 60 tahun selama pemerintahan dari empat raja Yehuda : Uzia, Yotam, Ahas dan Hizkia.

Judul Kitab : Kitab ini dinamakan menurut nama penulisnya : Yesaya.

Latar Belakang : Yesaya, seorang terpelajar dan ahli politik tinggal di Yerusalem, ibukota Yehuda. Yesaya membawa pesan Tuhan bagi seluruh Israel, tetapi pelayanannya terutama ditujukan kepada Yehuda. Nabi Hosea dan Mikha juga menubuatkan Firman Allah pada kurun waktu yang sama. Kisah tradisional mengatakan bahwa Yesaya mati digergaji selama masa pemerintahan Manasye yang jahat. Kitab Yesaya memulai bagian nubuat dari Perjanjian Lama.

Tempat Penulisan : Kemungkinan di Yerusalem.

Mulanya Ditujukan Kepada : Terutama bangsa Yehuda, namun juga kepada beberapa bangsa disekitarnya.

Isi : Pada saat Yehuda secara rohani miskin, Israel bahkan lebih parah lagi. Setelah Yesaya menubuatkan kehancuran Israel oleh Asyur, yang memang benar-benar terjadi segera setelah itu, ia pun mengalihkan perhatiannya kepada Yehuda. Pesan nubuatnya kepada Yehuda dan bangsa-bangsa disekelilingnya adalah bahwa hukuman Allah akan turun ke atas mereka pula. Jika mereka tidak berbalik dari jalan-jalan mereka yang jahat, mereka akan ditawan oleh bangsa Babel. Akan tetapi, tidak semuanya suram, Yesaya menyakinkan mereka bahwa dekrit raja Koresh, “Seorang hamba yang menderita” akan lahir sebagai Anak Allah dari seorang perawan untuk menjadi Mesias dan membwa keselamatan bagi dunia; dan memulihkan Yerusalem akan menjadi dan menjadi berkat yang melimpah bagi Zion yang baru. Nubuat Yesaya tentang Yesus Kristus sejelas kaca kristal, teliti, dan mungkin lebih terperinci dari kitab lain dalam Perjanjian Lama.

Kata KUnci :”Penghukuman”; “Keselamatan”. Ke-66 pasal dari kitab Yesaya ini dapat disamakan seperti Alkitab mini. Ke-39 pasal awal sesuai dengan ke-39 kitab dalam Perjanjian Lama dengan menekankan pada “hukuman” Allah atas mereka yang menolak untuk bertobat dan kembali pada iman mereka kepada-Nya. 27 pasal terakhir dapat dihubungkan dengan ke-27 kitab dalam Perjanjian Baru yang berfokus pada sang Mesias, yang merupakan “keselamatan” kita.

Tema :

  • Allah adalah Penghibur, Pembebas dan Penyelamat kita yang kekal.
  • Allah akan mengampuni segala dosa yang kita perbuat apabila kita meninggalkan masa lalu kita dan berpaling kepada-Nya.
  • Kesukaan dosa yang seketika lamanya dalam hidup kita tidak akan pernah sebanding dengan harga yang sungguh-sungguh sangat besar yang harus kita bayar untuknya [penghukuman Allah].
  • Allah itu kudus dan tidak akan berlambat-lambat dalam bertindak bila ketidaktaatan terus-menerus berlangsung di atas umat perjanjian-Nya.
  • Pelepasan berasal dari Allah, dan bukan dari manusia.
  • Sukses yang terbesar dalam dunia ini adalah taat pada kehendak Allah.

Garis Besar:

  • Pengangkatan Yesaya untuk menyatakan penghukuman Allah.  1:1-6:13.
  • Kehancuran Israel oleh Asyur.  7:1-10:4.
  • Kehancuran Asyur oleh Allah.  10:5-12:6.
  • Nubuat mengenai bangsa-bangsa penyembah berhala lainnya.  13:1-23:18.
  • Penghukuman dan pelepasan Israel.  23:1-27:13.
  • Pemulihan atas Sion.   28:1-35:10.
  • Penundaan hukuman atas Yerusalem karena doa Hizkia.  36:1-39:8.
  • Nubuatan atas pelepasan bagi Israel dan sang Pelepas.  40:1-57:21.
  • Kerajaan terakhir dan kemuliaan.  58:1-66:24.

Sumber : Lembaga Alkitab Indonesia.

Tags:

Post Author

Postingan ini dibuat oleh suhartanatanael@gmail.com yang telah menulis 299 dibuat pada Kegiatan Kristiani.

Satu Tanggapan “Kitab Yesaya”

  1. Travel Deals April 3, 2011 3:42 am #

    Hi I love this comment and it was so good and I am definetly going to bookmark it. One thing to say the Superb analysis you have done is greatly remarkable.Who goes that extra mile these days? Well Done.. Just one more tip you caninstall a Translator for your Global Audience !!!

Berikan Tanggapan