Kitab Yehezkiel

Penulis : Yehezkiel.

Waktu Penulisan : Antara 593 dan 565 SM.

Rentang Waktu : Sekitar 22 tahun.

Judul Kitab : Kitab ini dinamakan menurut nama penulisnya :Yehezkiel. Nama Yehezkiel berarti “Allah memperkuat”.

Latar Belakang : Yehezkiel yang tumbuh besar di Yerusalem dan melayani sebagai seorang imam di Bait Suci, berada dalam kelompok kedua dari tawanan yang dibawa ke Babel bersama raja  Yoyakhin. Ketika berada di babel ia menjadi nabi Allah. Yeremia telah bernubuat sebagai nabi di Yerusalem selama sekitar 35 tahun, dan Daniel telah dibuang ke Babel sembilan tahun lebih awal. Keduanya merupakan nabi yang berkedudukan kuat, seperti apa yang dilihat dari sebutan mereka sampai tiga kali dalam pesan-pesan Yehezkiel. Baik Yehezkiel maupun Daniel berusia beberapa tahun lebih muda dari nabi Yeremia.

Tempat Penulisan : Babel.

Mulanya Ditujukan Kepada : Terutama kepada buangan di Babel.

Isi : Pelayanan Yehezkiel dimulai di Babel dengan penghukuman dan penghakiman atas Yehuda. Akan tetapi, setelah keruntuhan Yerusalem terjadi, sudut pandang Yehezkiel pun berubah. Masa lalu telah lewat, namun ada secercah harapan yang bersinar menuju masa depan. Yehezkiel yang ingin menolong rakyatnya untuk belajar dari kegagalan mereka, mengumumkan penghakiman yang akan datang atas bangsa-bangsa disekitar Yehuda dan menetapkan kembali harapan bagi pemulihan Israel. Penglihatannya tentang sebuah lembah dengan tulang-tulang kering mengambarkan sebuah hidup yang baru yang dihembskan kedalam bangsa itu (pasal 37). Yehezkiel mengakhiri dengan kembalinya ia ke Yerusalem dalam sebuah visi untuk memberikan detail dari Bait Suci yang baru, Yerusalem yang baru, dan tanah air yang baru. Israel dan Yehuda sekali lagi akan dipulihkan kembali kepada kesatuan dari seluruh ujung bumi, sama seperti kemuliaan Allah yang juga kembali dipulihkan.

Kata Kunci : “Penglihatan”; “Penjaga”. Yehezkiel menerima berbagai “penglihatan” yang indah dan luar biasa tentang rencana Allah dalam jangka panjang. Hal ini menolong menetapkan “Yehezkiel sebagai penjaga” untuk memperingatkan bangsanya. “Hai anak manusia, Aku telah menetapkan engkau menjadi penjaga kaum Israel. Bilamana engkau mendengarkan sesuatu Firman dari pada-Ku, peringatkanlah mereka atas nama-Ku” (3:17; 33:7)

Tema :

  • Allah selalu dan selalu akan membenci dosa.
  • Jalan Allah berbeda dengan jalan dunia.
  • Kita bertanggungjawab atas dosa kita masing-masing.
  • Kita bersama-sama bertanggungjawab atas dosa bangsa kita.
  • Sama seperti bapa yang penuh kasih, Allah akan mendisiplinkan kita karena ketidaktaatan kita.
  • Tak dapat disangkal lagi, janjiAllah akan pemulihan bagi umat-Nya akan digenapi.

Garis Besar :

  • Panggilan dan pengutusan Yehezkiel.  1:1-3:27.
  • Penghukuman atas dosa Yehuda.  4:1-24:27.
  • Penghakiman atas bangsa kafir.  25:1-32:32.
  • Janji pemulihan atas Israel.  33:1-39:29.
  • Bait Suci yang baru.  40:1-48:35.

Sumber : Lembaga Alkitab Indonesia.

Share: hal praktis
  • Facebook
  • Tumblr
  • Twitter
  • Google Buzz
  • Orkut
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • email
  • Ping.fm
  • Print
  • RSS
  • Yahoo! Buzz

Tags:

Post Author

This post was written by suhartanatanael@gmail.com who has written 202 posts on Kegiatan Kristiani.

No comments yet.

Leave a Reply