Kitab Hosea

Penulis : Hosea.

Waktu Penulisan : Antara 790 dan 710 SM.

Rentang Waktu : Sekitar 45 tahun. (pelayanan Hosea tumpang tindih dengan nabi Yesaya, Amos dan Mikha).

Judul Kitab : Dari sang penulis kitab dan salah satu karakter utamanya :Hosea. Hosea disebut juga “Nabi dengan hati yang hancur”.

Latar Belakang : Pelayanan Hosea di Kerajaan Utara dimulai ketika Yerobeam II memerintah di Israel, dan berturut-turut mencakup masa pemerintahan Uzia, Yotam, Ahas dan Hizkia di Yehuda. Tempat penulisan kitab pertama dari para nabi kecil ini tepat sebelum bangsa Israel dibuang ke Asyur, Saat itu seluruh bangsa sedang berada dalam kondisi makmur, namun keadaan rohani mereka menyedihkan dengan adanya penyembahan berhala dan penyembahan asusila dan penyembahan kepada lembu emas yang dibuat YerobeamI di Betel dan di Dan.

Tempat Penulisan : Israel (Kerajaan Utara).

Mulanya ditujukan kepada : Rakyat di Kerajaan Utara.

Isi : Kehidupan pribadi Hosea jelas sekali mengambarkan pesan kenabiannya. Sesuai perintah Allah, nabi Hosea menikahi Gomer seorang pelacur, namun, bukannya menjadi setia kepada suaminya yang memaafkan serta mengasihinya. Gomer justru kembali pada para kekasihnya yang dulu. Meskipun demikian, Hosea adalah seorang yang tekun, dan iapun dengan penuh belas kasihan berusaha membawanya kembali. Pesan yang disampaikan Hosea juga dinyatakan melalui arti nama yang diberikan kepada ketiga anaknya : Yizreel, Lo-Ruhama, dan Lo-Ami. Sama dengan Gomer, Israel yang sama seperti perempuan jalang mengejar “kasih” yang lain dan bukannya setia dalam “pernikahan” kepada Allah. Namun, pemberontakkan, kemurtadan, dan perzinaham Israel akhirnya memberi jalan bagi kasih Allah. Akhirnya, Hosea menguraikan secara garis besar pemulihan atas Israel dan Perjanjian Pernikahan yang baru.

Kata Kunci : “Pernikahan”, “Pengampunan”. Sama seperti Hosea menikahi Gomer, maka hubungan perjanjian Allah dengan Israel mengambarkan “pernikahan” mereka. Sama seperti Hosea mengulurkan tangan dalam :pengampunan” untuk kembali kembali istri yang berzina dari pasar budak (pasal 3), maka Allah juga dalam “pengampunan-Nya” terus mencari milik-Nya.

Tema :

  • Kasih Allah tidak bersyarat, kekal dan mengubahkan.
  • Allah cukup mengasihi kita untuk mendisiplinkan kita atas dosa kita.
  • Allah membenci perzinaham jasmani maupun rohani.
  • Sama sekali tidak ada sesuatu hal pun yang dapat kita lakukan dengan memisahkan kita dari belas kasihan dan kasih Allah.
  • Kepedulian Allah atas hidup kita secara keseluruhan termasuk keberhasilan pernikahan kita.
  • Kasih yang bertepuk sebelah tangan dalam hidup pribadi kita mungkin dapat membantu kita mengerti lebih baik akan rasa sakit hati yang dialami Allah ketika manusia menolak kasih-Nya.

Garis Besar :

  • Hosea menkahi Gomer.  1:1-3:5.
  • Israel melakukam perzinaan rohani.  4:1-6:3.
  • Israel dihukum karena menolak untuk bertobat.  6:4-10:15.
  • Kasih Allah atas Israel menjanjikan adanya pemulihan.  11:1-14:9.

Sumber : Lembaga Alkitab Indonesia.

Share: hal praktis
  • Facebook
  • Tumblr
  • Twitter
  • Google Buzz
  • Orkut
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • email
  • Ping.fm
  • Print
  • RSS
  • Yahoo! Buzz

Tags:

Post Author

This post was written by suhartanatanael@gmail.com who has written 202 posts on Kegiatan Kristiani.

No comments yet.

Leave a Reply