Penulis : Yoel.
Waktu Penulisan : Antara 835 dan 800 SM.
Rentang Waktu : Tidak diketahui secara seksama lamanya masa pelayanan Yoel, namun nubuatnya bertahan hingga masa pemulihan Yerusalem di kemudian hari selesai.
Judul Kitab : Kitab ini dinamai menurut nama penulisnya : Yoel. Yoel disebut juga “nabi Pentakosta”. Nama Yoel berarti “Yahwe adalah Allah”.
Latar Belakang : Yehuda, tempat penulisan kitab Yoel ini, dihancurkan oleh gerombolan belalang yang tidak terbilang jumlahnya, serbu belalang ini menghancurkan segalanya : ladang gandum, kebun anggur, taman-taman, dan pohon-pohon. Yoel secara simbolis mengambarkan belalang itu sebagai tentara manusia yang berbaris dan memandang ini sebagai pengadilan Ilahi yang akan datang melawan bangsa itu karena dosa mereka.
Lokasi Penulisan ; Kemungkinan Yerusalem.
Mulanya Ditujukan Kepada : Terutama kepada Kerajaan Yehuda Selatan, tetapi juga kepada semua orang Yahudi dan non-Yahudi.
Isi : Wabah belalang mengerikan diikuti oleh kelaparan hebat melanda seluruh negeri. Yoel mengunakan peristiwa peristiwa ini sebagai katalisator untuk memberikan pesan peringatan kepada bangsa Yehuda bahwa jika mereka tidak segera bertobat dan melakukannya dengan sunguh-sungguh, tentara musuh akan segera menghabiskan seluruh negeri sama seperti yang dilakukan unsur-unsur alam itu. Yoel memohon kepada seluruh rakyat dan imam di negeri untuk berpuasa dan merendahkan diri mereka untuk mencari pengampunan Allah. Jika mereka memberikan tanggapan akan terjadi pembaharuan berkat materi dan rohani bagi seluruh bangsa. Akan tetapi, hari Allah sedang datang. Pada saat ini belalang yang menakutkan akan terlihat hanya bagai ngegat, karena semua bangsa akan menerima penghukumannya. Akhirnya, Yoel menceritakan pemulihan dan kemakmuran yang terakhir atas Yerusalem.
Kata Kunci : “Belalang”; ” Roh”. Kitab Yoel menyoroti 2 peristiwa besar. Pertama adalah serangan “belalang” yang akan menghancurkan negeri Yehuda yang suka memberontak. Yang lain adalah Allah mencurahkan “Roh”Nya atas semua manusia, yang membuat anak-anak laki-laki dan perempuan bernubuat dan para pria tua bermimpi dan pria muda mendapatkan penglihatan (2:28). Pengenapan awal pada nubuat ini dikutip oleh Petrus dalam Kisah Rasul yang terjadi pada hari Pentakosta.
Tema :
- Tanpa pertobatan, hukuman akan keras, tidak tanggung-tanggung, dan pasti.
- Kepercayaan kita tidak boleh diletakkan pada apa yang kita miliki yang dapat diambil kembali – melainkan hanya dalam TuhanAllah kita saja.
- kadang-kadang Allah dapat mengunakan alam, penderitaan dan peristiwa-peristiwa umum lainya untuk membawa kita mendekat kepada-Nya.
- Perjanjian Allah dengan umat-Nya akan kekal selamanya.
Garis Besar :
- Serangan kelompok belalang. 1:1-2:11.
- Kemurahan Allah atas pertobatan 2:12-27.
- Penghakiman akhir dan kemenangan Allah. 2:28-3:21.
Sumber : Lembaga Alkitab Indonesia.













