Kitab Amos

Penulis : Amos.

Waktu Penulisan : Antara 760 dan 753 SM.

Rentang Waktu : 7 – 10 tahun.

Judul Kitab :  Kitab ini dinamakan menurut nama penulisanya : Amos. Amos sering disebut sebagai “Peladang pohon ara dari selatan” atau “Pengembala dari tekoa”.

Latar Belakang : Amos adalah seorang pengembala dan seorang pemetik buah dari desa Tekoa di Yudea (Batas Selatan Betlehem) pada saat Allah memanggilnya … meskipun ia kurang berpendidikan dan tidak memiliki latar belakang keimaman. Misi Amos diarahkan ke tetangganya di sebelah Utara, yaitu Israel. Pesan Firman yang disampaikannya mengenai kehancuran dan penawanan bangsa itu dimasa yang akan datang karena dosa dosa yang telah mereka perbuat, benar benar tidak disukai dan diacuhkan. Namun sejak jaman Salomo berakhir belum pernah ada masa-masa yang begitu baik di Israel, Pelayanan Amos terjadi pada saat Yerobeam II memerintah atas Israel, dan raja Uzia atas Yehuda ( sekitar 40 tahun sebelum pembuangan bangsa Israel ke Asyur), Nabi-nabi yang ada pada zaman itu adalah Yesaya, Hosea, dan Mikha.

Tempat Penulisan : Dekat Yerusalem.

Mulanya Ditujukan Kepada : Terutama kepada bangsa Israel, namun juga kepada Yehuda dan bangsa bangsa sekitarnya.

Isi : Amos dapat melihat bahwa di bawah kemakmuran dan kekuasaan Israel secara eksternal, bangsa itu secara internal rusak sampai ke dasarnya. Dosa yang sangat besar menyebabkan Amos marah kepada bangsa itu; mengabaikan Firman Allah, pemujaan dan penyembahan berhala, keserakahan, pemimpin yang rusak, dan penindasan kepada orang miskin. Amos memulai dengan menyatakan hukuman atas bangsa-bangsa sekitar, kemudian atas bangsa sendiri Yehuda, dan akhirnya penghakiman yang paling keras atas jatuhnya Israel. Penglihatan yang diterimanyadari Allah mengungkapkan pesan empati yang sama. Penghakiman sudah dekat. Kitab ini berakhir dengan janji Allah kepada Amos akan pemulihan dimasa depan atas sisa-sisa yang tertinggal.

Kata Kunci : “Tali sipat”; “Harapan”. Pemeliharaan yang diberikan Allah kepada Amos mengungkapkan “tali sipat” ( ukuran ) yang akan digunakan untuk menguji dan menghakimi ( pasal 7 ) umat. Sifat dasar Allah bersinar melalui “harapan” yang IA tawarkan dengan adanya pemulihan negeri dan rakyatnya.

Tema :

  • Karena Allah kekal dalam kebenaran-Nya, Ia meninta supaya standar kepuasan dalam hidup kita tidak kurang dari kebenaran-Nya.
  • Allah membenci dosa,
  • Harga dosa dalam hidup kita sangat mahal.
  • Allah sering memilih orang-orang yang ditolak dunia untuk mengerjakan pekerjaan-Nya.
  • Allah meminta pertanggungjawaban dari mereka yang telah diberi tanggungjawab lebih.
  • Penghakiman Allah adalah pasti.
  • Orang-orang yang takut akan Allah menerima berkat dari Allah baik sekarang maupun sampai kekekalan.

Garis Besar :

  • Allah menghakimi tetangga-tetangga Israel. ( 1:1-2:5)
  • Allah menghakimi Israel.  ( 2:6-6:14)
  • Amos mendapatlam lima penglihatan.  (7:1-9:10)
  • Israel mendapatkan janji pemulihan.  ( 9:11-15)

Sumber : Lembaga Alkitab Indonesia.

Tags:

Post Author

Postingan ini dibuat oleh suhartanatanael@gmail.com yang telah menulis 299 dibuat pada Kegiatan Kristiani.

Belum ada komentar.

Berikan Tanggapan