Kitab Nahum

Penulis : Nahum

Waktu Penulisan : Antara 663 dan 612 SM.

Rentang Waktu : Tidak disebut.

Judul Kitab : Dari penulis kitab ini : Namun. Nama ini berarti : “Penghiburan”.

Latar Belakang : Kitab Nahum adalah kelanjutan dari Kitab Yunus, dimana Yunus membawa kota Niniwe (ibu kota Asyur) kepada sebuah kebangunan rohani yang luar biasa. Yang menunda penghakiman Allah kepada mereka. Namun, hal itu terjadi sekitar 150 tahun sebelumnya, dan saat ini telah beberapa tahun berlalu, Niniwe meninggalkan Allah dan menjadi semakin jahat. Asyur yang sedang berada dalam puncak kejayaan pemerintahannya, memancarkan kesombongan, kemakmuran, dan kekuasaannya. Nahum seorang nabi orang dari kota Elkosh, Yudea, mempunyai misi untuk memberitakan penghakiman Allah yang akan datang melawan Niniwe dan penghiburan Allah atas Israel.

Tempat Penulisan : Yehuda.

Mulanya Ditujukan Kepada: Asyur dan ibukotanya Niniwe, namun juga sebagai penghiburan kepada umat Allah di Yehuda.

Isi : Asyur secara bertahap telah menaklukan bangsa-bangsa. Orang Asyur adalah orang-orang yang bengis – kejam, congkak, dan tidak bermoral – dan dosa-dosa mereka terhadap umat Allah mengakibatkan jatuhnya penghukuman Allah atas diri mereka sendiri. Nahum menubuatkan kehancuran Niniwe, yang terjadi beberapa tahun kemudian ketika air bah dari Tigris menhancurkan apa yang dahulu merupakan kota bertembok  yang tidak terkalahkan. Tentara dari Babel pun memasuki kota itu dan mengenapi perkataan Nahum. Kehancuran Niniwe merupakan yang terakhir; sedangkan kehancuran yehuda masih akan meninggalkan sisa.

Kata Kunci : “Kemarahan”; “Penghiburan”. Berdasarkan semua standar manusia, Niniwe memiliki kekuatan dan kekuasan. Kota ini dikeliling oleh sebuah tembok besar setinggi 100 kaki – yang dikabarkan dapat dilalui oleh 6 kereta kuda berbaris dua-dua dan juga parit besar di kelilingi benteng yang kedalamannya mencapai 60 kaki. terdapat 200 menara yang berdiri menjulang 100 kaki di atas tembok. Namun, meskipun ada tantangan yang begitu hebat, Niniwe tidak akan luput dari “kemarahan” Allah. Nahum mempunyai perkataan “penghiburan” terus menerus bagi umat-Nya “Ia tidak sekali-kali membebaskan orang yang bersalah” (1:13).

Tema :

  • Allah itu sabar dan lambat untuk marah.
  • Baik pujian bibir maupun karya tangan, bersama-sama memampukan kita untuk menyembah Allah.
  • Satu orang bersama Allah adalah moyoritas.
  • Janji Allah adalah pasti … baik berkat maupun penghukuman.
  • Kita tidak seharusnya bersandar pada kekuatan kita tetapi pada Dia Allah yang luarbiasa.
  • Pembelasan adalah hak yang disimpan dan diperuntukkan bagi Allah saja.

Garis Besar :

  • Penglihatan Nahum akan kekuatan Allah dan pelepasan Yehuda.  1:1-14.
  • Kehancuran niniwe.   1:15-2:13.
  • Alasan kejatuhan Niniwe.  3:1-19.
Share: hal praktis
  • Facebook
  • Tumblr
  • Twitter
  • Google Buzz
  • Orkut
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • email
  • Ping.fm
  • Print
  • RSS
  • Yahoo! Buzz

Tags:

Post Author

This post was written by suhartanatanael@gmail.com who has written 202 posts on Kegiatan Kristiani.

No comments yet.

Leave a Reply