Kitab Habakuk

Penulis : Habakuk

Waktu Penulisan : Antara 609 dan 589 SM.

Rentang Waktu : Tidak disebutkan.

Judul Kitab : Dari penulis kitab ini: Habakuk. Nama ini dapat berarti “Dia yang memeluk”

Latar Belakang : Nabi Habakuk dipanggil Allah untuk memperingatkan rakyat Yehuda tentang penghakiman yang akan segera tiba. Hari-hari terakhir sebelum kejatuhan Yehuda merupakan masa pergolakan karena adanya dosa yang sangat besar di seluruh negeri. Habakuk, dari Yehuda, merupakan nabi semasa dengan Yeremia.

Tempat Penulisan : Yehuda.

Mulanya Ditujukan Kepada : Yehuda.

Isi : Habakuk, yang menyaksikan kemurtadan, kejahatan penyuapan, dan penindasan Yehuda, lalu mengadakan percakapan dengan Allah. Ia ingin mengetahui mengapa Allah membiarkan orang-orang tersebut menjadi makmur dan terhindar dari penghukumana. Jawaban Allah adalah Ia sedang mengutus orang Babel sebagai tongkat penghajar bangsa Yehuda. akan tetapi hal ini semakin menganggu pikiran Habakuk: mengapa Allah yang adil menghukum Yehuda yang jahat dengan memakai bangsa Babel yang lebih jahat lagi? Allah lalu memberi Habakuk sebuah pengertian dan pengetahuan yang baru tentang sifat alami Allah. Allah itu baik, adil dan bijaksana, dan merupakan tanggungjawab manusia untuk beriman kepada-Nya dengan penuh kepercayaan. Allah membuat Habakuk melihat bahwa penghakiman yang akan datang atas babel akan berakibat sebuah kehancuran yang pasti dan total. Habakuk telah menarik pelajaran untuk selalu mempercayai dan memuji Allah.

Kata Kunci : “Iman”. “Celaka”. pelajaran paling utama yang harus dipelajari dari kitab ini adalah betapa perlunya kita untuk “percaya” sepenuhnya kepada Allah, karena “orang yang benar akan hidup oleh percayanya” (2:4). Mungkin kita tidak selalu dapat mengerti mengapa Allah melakukan apa yang telah Ia lakukan, tetapi kita dapat yakin bahwa ALlah mengasihi kita, dan rencana puncak-Nya tetap termasuk penghukuman-Nya atas orang jahat. “Celakalah” mereka yang mengambil laba yang tidak halal untuk keperluan rumahnya (2:9) dan menumpahkan darah (2:12). “Celakalah” mereka yang menaruh percaya pada berhala. (2:18,19).

Tema:

  • Adalah sebuah kebenaran abadi bahwa Allah membenci dosa dan tidak bersedia berkompromi dengannya.
  • Tidak peduli betapa pun keadaan yang kita hadapi, kita dapat terus mempercayai Tuhan dan memuji nama-Nya yang kudus.
  • Setiap hidup yang dijalani dengan iman akan dipenuhi juga dengan sukacita dari Allah.
  • Kita dapat berbicara kepada Allah tentang hal apapun … bahkan tentang ketakutan dan kebimbangan kita.
  • Jika kita dapat mengenal Pencipta kita dengan baik, kita akan dapat mengerti rencana-Nya bagi ciptaan-Nya dengan lebih baik pula.

Garis Besar:

  • Habakuk mengeluhkan adanya ketidakadilan.  1:1-4.
  • Tuhan memberikan jawaban.  1:5-11.
  • Habakuk mengeluh bahwa orang jahat berhasil.  1:12-2:1.
  • Tuhan menjawab kembali.  2:1-20.
  • Habakuk memuji Allah dalam doa.  3:1-19.

Sumber : Lembaga Alkitab Indonesia.

Share: hal praktis
  • Facebook
  • Tumblr
  • Twitter
  • Google Buzz
  • Orkut
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • email
  • Ping.fm
  • Print
  • RSS
  • Yahoo! Buzz

Tags:

Post Author

This post was written by suhartanatanael@gmail.com who has written 202 posts on Kegiatan Kristiani.

No comments yet.

Leave a Reply