Injil Yohanes

Penulis : Rasul Yohanes.

Waktu Penulisan : Antara tahun 85 dan 96 Masehi.

Rentang Waktu : Sekitar 3,5 tahun (29 – 33 Masehi)

Judul Kitab : Dari penulis kitab ini : Yohanes.

Latar Belakang :Meskipun Injil Matius, Markus dan Lukas mempunyai sudut pandang yang berbeda, mereka sangat miri[ satu sama lain dalam segi materi, karena itu disebut “Injil Sinoptik” (mirip dalam isi, urutan dsb). Yohanes disebut dengan “Injil Tambahan” karena ia berdiri sendiri dengan unik dalam kelasnya sendiri. Kitab Injil Yohanes ini berbeda dalam berbagai hal : gaya, struktur, pengunaan wawancara yang pribadi, kurangnya cerita perumpamaan dan penjelasan secara rohani tentang berbagai kejadian. Yohanes dan saudaranya Yakobus mengikutin Yohanes Pembaptis sampai Yesus memanggil mereka untuk mengikutNya. Yesus menyebut keduanya sebagai “Putera Guntur”, tetapi kemudian Yohanes disebut murid “Yang Dikasihi Yesus”. Yohanes bersama sama Petrus dan Yakobus menjadi sangat dekat dengan Yesus. Mereka bertiga saja yang bersama-sama dengan Yesus pada saat Yesus dipermuliakan di atas gunung (Mat 17:1-8) dan di taman Getsemani (Mrk 14:32-41). Yohanes menulis kitab ini untuk sebuah tujuan khusus “……supaya kamu percaya bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama Nya” (20:31). Yohanes juga menulis kitab 1,2,3 Yohanes dan Wahyu.

Tempat Penulisan : Kemungkinan di Efesus.

Mulanya ditujukan kepada : Semua orang non Yahudi dan orang Kristen.

Isi :

  • Jika Lukas mengambarkan Yesus sebagai “anak manusia”, Yohanes mempresentasikanNya dengan keilahianNya sebagai “Anak Allah”
  • Hubungan Yesus dengan Bapa ditekankan ketika Ia mengajar, menyembuhkan orang sakit, berdoa, dan melayani.
  • Mujizat yang ditulis dalam Yohane termasuk mengubah air menjadi anggur (2:1-11), memberi makan 5000 orang (6:1-14), berjalan di atas air (6:16-21), membangkitkan Lazarus (11:1-46).
  • Meskipun demikian, sebagai tambahan akan keberadaanNya sebagai Allah, segi kemanusiaan Yesus juga ditunjukkan saat Ia lelah, lapar, haus, dan sedih yang mendalam.
  • Yesus menyebut diri-Nya dengan “Aku inilah ….” sebanyak 7 kali yang dengan jelas menunjukkan pernyataanNya akan keilahianNya dan jalan kepada keselamatan.
  • Setelah kematian dan kebangkitanNya, kemunculan Tuhan sebelum kenaikanNya ke sorga diceritakan dengan sangat terperinci.

Kata Kunci : “Firman”; “Hidup”; “Percaya”. Yesus adalah “Firman Kekal”, yang telah ada pada mulanya, yang menjadi manusia. Seseorang harus “percaya” akan nama Yesus untuk mendapatkan “hidup” yang kekal…. yaitu Yesus, yang selalu bersama dengan Allah dan juga adalah Allah.

Tema :

  • Allah begitu mengasihi kita sehingga Ia memberikan Anak-Nya supaya barang siapa percaya kepada Yesus tidak binasa tetapi memiliki hidup yang kekal (3:16).
  • Mujizat tidak diberikan tidak hanya untuk mneyembuhkan, tetapi juga sebagai sebuah tanda yang mengarah kepada Yesus.
  • Allah ingin kita tidak hanya mengasihiNya, tetapi juga ,mengasihi sesama kita.
  • Darah Kristus menutup segala permohonan dan pengakuan kita kepada Allah.
  • Kristus mengerti penuh segala luka hati kita …. Ia membayar harga termahal untuk menyembuhkannya.
  • Roh Kudus memberi kita damai kekal yang tidak dapat dihasilkan atau dibeli oleh dunia.

Garis Besar :

  • Inkarnasi Anak Allah.  1:1-18.
  • Perkenalan dan pelayanan Yesus kepada umum.  1:19-5:18.
  • Perlawanan atas pelayanan Yesus.   5:19-12:50.
  • Yesus menyiapkan murid-muridNya untuk pengkhianatan terhadap diriNya.  13:1-17:26.
  • Penangkapan, pengadilan dan penyaliban Yesus.  18:1-19:37.
  • Penguburan dan kebangkitan Yesus.  19:38-21:25.

Sumber : Lembaga Alkitab Indonesia.

Share: hal praktis
  • Facebook
  • Tumblr
  • Twitter
  • Google Buzz
  • Orkut
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • email
  • Ping.fm
  • Print
  • RSS
  • Yahoo! Buzz

Tags: ,

Post Author

This post was written by suhartanatanael@gmail.com who has written 202 posts on Kegiatan Kristiani.

No comments yet.

Leave a Reply