Galatia

Penulis : Rasul Paulus.

Waktu Penulisan : Antara tahun 49 dan 55 Masehi.

Judul Kitab : Dinamakan sesuai kepada siapa surat ini ditujukan: Jemaat di Galatia.

Latar Belakang : Pada sat itu jumlah orang Yahudi jauh melebihi jumlah orang-orang non Yahudi dalam gereja, seperti yang terjadi di Galatial sehingga, banyak pertanyaan dan pokok persoalan muncul ketika orang-orang non Yahudi masuk ke dalam Gereja. Yudaisme, sekelompok orang percaya Yahudi, menjadi pengikut Paulus ketika ia memberitakan kabar baik. Mereka bersikeras bahwa orang-orang percaya non Yahudi harus tunduk kepada hukum Taurat Musa dan sunat supaya mereka dapat diselamatkan. Kitab Galatia adalah tanggapan Paulus atas pengajaran yang salah ini. Keselamatan merupakan kasih karunia yang diberikan berdasarkan berdasarkan kemurahan, sepenuhnya bergantung pada iman kepada Yesus Kristus. Galatia disebut sebagai “Magna Charta” dari gereja.

Tempat Penulisan : Kemungkinan di Antiokia atau Efesus.

Mulanya ditujukan kepada : Orang-orang Kristen di Galatia.

Isi : Paulus mengunakan surat ini untuk mengigatkan orang-orang Kristen bahwa mereka adalah ahli waris Allah sebagai anak-anak-Nya. Warisan ini tidak didapat oleh perbuatan, tetapi hanya oleh iman dalam Yesus Kristus. Paulus, yang juga orang Yahudimembuktikan pengajaran yang salah yang mengatakan bahwa orang Kristen non Yahudi harus masuk kedalam “Yudaisme” dan mengikuti dengan ketat setiap hukum Musa. Paulus meringkas Injil lalu menerangkan bagaimana Abraham diselamatkan oleh iman sekitar 400 tahun sebelum hukum Taurat dinyatakan melalui Musa. Setelah mempertahankan kelayakannnya sebagai seorang Rasul, Paulus menutup dengan berbicara mengenai berjalan dalam Roh dan buah Roh.

Kata KUnci : “Anugerah”; “Kebebasan”. Kita dibenarkan dan masuk dalam persekutuan yang benar dengan Allah bukan karena perbuatan baik kita, tetapi hanya oleh “anugerah” Allah. “Kebebasan” yang dianugerahkan kepada kita menjadi mungkin karena Kristus telah membayar dosa-dosa kita dan Roh Kudus memimpin kita keluar dari perhambaan dosa.

Tema :

  • Hukum Taurat diberikan untuk mengungkap dosa dan kesalahan manusia.
  • Hidup di bawah hukum Taurat merupakan perhambaan…. hidup dengan iman merupakan kebebasan.
  • Orang Kristen tidak diikat oleh hukum…. Kristus telah membebaskan.
  • Kebebasan bukan merupakan izin untuk tetap berdosa,
  • Kekuatan orang orang Kristen untuk hidup dalam kemenangan atas dosa berasal dari Roh Kudus.

Garis Besar :

  • Satu-satunya Injil.  1:1-10.
  • Penunjukkan Allah atas Rasul Paulus dan penerimaan dari para Rasul.  1:11-2:10.
  • Penjelasan anugerah oleh iman.  2:11-4:31.
  • Kemerdekaan dalam Kristus.   5:1-6:10.
  • Berkat-berkat terakhir.  6:11-18.

Sumber : Lembaga Alkitab Indonesia.

Share: hal praktis
  • Facebook
  • Tumblr
  • Twitter
  • Google Buzz
  • Orkut
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • email
  • Ping.fm
  • Print
  • RSS
  • Yahoo! Buzz

Tags:

Post Author

This post was written by suhartanatanael@gmail.com who has written 202 posts on Kegiatan Kristiani.

No comments yet.

Leave a Reply