Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan di Dapur Dan Penanggulangannya

Tujuan : adalah memberikan bimbingan untuk seluruh pegawai yang betugas di dapur dalam menghadapi suatu kecelakaan dan penanggulangannya.

Peralatan / perlengkapan operasional: Alat PPPK

Petunjuk Pelaksanaan :

  • Yang Harus diperhatikan
    • Setiap kecelakaan yang terjadi dilingkungan dapur harus segera ditolong.
    • Pengunaan alat-alat yang mudah menimbulkan kecelakaan harus dilaksanakan dengan mengikuti petunjuk dan mengunakan pengamanan.
    • Alat dan obat yang termasuk PPPK harus tersedia setiap hari terutama di area dapur.
  • Penyebab Kecelakaan.
    • Lengah
    • Air panas dan alat yang sedang dalam keadaan panas.
    • Pengunaan mesin.
    • Ketidak tahuan pegawai tentang cara bekerja yang aman dan baik.
    • Kondisi fisik menurun.
  • Pencegahan
    • Luka akibat benda tajam (teriris/ terpotong dll)
      • Hati hati dalam pengunaan pisau dan selalu waspada.
      • Jangan berusaha menangkap pisau yang sedang jatuh.
      • Membersih peralatan poselin, kaca, dan benda tajam lain dengan cepat dan cermat.
    • Terkena benda panas:
      • Hati-hati dan waspada serta menganggap setiap alat masak dalam keadaan panas.
      • Mengunakan alas setiap mengangkat benda-benda panas.
      • Meletakkan dengan tepat pada tempat yang aman untuk setiap benda panas sehingga tidak menghalangi jalan.
      • Hati-hati dan waspada pada saat membuka keran air panas.
      • Mengunakan alat pemanas sesuai petunjuk.
    • Jatuh :
      • Lantai harus selalu kering dan bersih.
      • Membersihkan semua makanan dan cairan yang tercecer di lantai.
      • Jalan dan lantai selalu kosong dari benda benda penghalang.
      • Mengunakan tangga setiap akan mengambil benda / alat lainnya disimpan ditempat tinggi.
      • Jangan berusaha mengambil sesuatu yang terletak di tempat yang lebih tinggi dari tangga, usahakan dengan bantuan alat lain yang aman.
      • Berjalan dan bergerak dengan pandangan terbuka.
      • Hindarkan membawa sesuatu yang terlalu berat.
    • Terkilir:
      • Mengankat benda berat dengan memakai kedua tangan dan bukan dengan dengan punggung.
      • Jangan membalikkan/memutar badan sewaktu mengangkat benda berat.
  • Yang harus diperhatikan sewaktu bekerja.
    • Membuat pintu dan jendela sebelum menyalakan kompor atau oven, hindarkan bahan bahan yang mudah terbakar dekat dengan nyala api dan menyalakan api sebelum memutar tombol gas.
    • Meminta bantuan lainnya sewaktu mengangkat benda berat.
    • Tempat memasak selalu bersih dan tidak terlalu penuh alat/bahan lain yang tidak digunakan.
    • Hindarkan memotong sesuatu yang terlalu dekat dengan badan.
    • Jangan mengunakan mesin yang belum pernah diketahui cara mengunakannya.
    • Mencabut aliran listrik pada saat akan membersihkan alat tersebut.
    • Berusaha untuk menjaga kebersihan tempat kerja terutama terhadap pecahan kaca, gelas dsb.
    • Menyimpan dan menumpuk benda/barang harus dimulai dengan barang berat dan diatasnya haruslah lebih ringan, usahakan agar posisi barang/benda itu dalam keadaan stabil.
    • Menyimpan benda/bahan yang berbahaya ditempat yang terpisah, misalnya tabung gas, alat pembasmi hama, alat pembersih lantai dll
  • Prosedur Pertolongan Pertama pada kecelakaan:
    • Pendarahan.
      • Pergunakan pembalut luka dan obat anti infeksi untuk pendarahan kecil luka harus tertutup rapat.
      • Pergunakan pembalut luka harus tutup rapat, dan penderita harus berbaring sambil menunggu pertolongan lebih lanjut. Apabila luka tersebut ditangan/kaki dan diperkirakan tidak akan terjadi patah tulang, angkat letakan bagian ini lebih tinggi dari anggita badan lainnya.
      • Letakan segera penderita dalam psoisi tertelungkup dengan kepala kepinggir, kaki kiri dan kanan agak ke pinggir atas, atau letakkan penderita sebaik mungkin.
      • Membuka semua pakaian atau ikat pinggang yang terlalu ketat, kemudian segera dibawa ke dokter, ini adalah usaha untuk penanggulangan kecelakaan yang berakibat pendarahan dalam. Tanda-tandanya pucat, susah bernafas atau lemas, darah ke luar dari mulut, muntah atau datah dari dubur/kemaluan.
      • Untuk pendarahan hidung, mendudukan penderita di kursi dengan kepala ditundukkan ke baskom/panci menutup lubang hidung rapat-rapat (lebih kurang 10 menit). Apabila pendarahan belum berhenti, segera membawa penderita ke dokter.
    • Luka bakar:
      • Luka bakar dapat disebabkan oleh panas, radiasi, zat kimia. Luka bakar ringan tidak memerlukan dokter sebab biasanya kulit hanya memerah/merah dan cukup disiram dengan air dinggin untuk mengurangi rasa sakit.
    • Luka bakar hebat :
      • Memerlukan pertolongan dokter segera.
      • Menutup bagian yang terbakar dengan kain steril.
      • Hindarkan pengunaan obat gosol, garam dan semprotan khusu.
      • Mengangkat bagian tangan/kaki yang terbakar di atas permukaan badan.
      • Mendinginkan bagian yang terbakar dengan alat pendingin khusus dan hindarkan pengunaan es langsung.
      • Apabila luka bakar di bagian muka, menundukkan penderita dan segera memeriksa pernafasannya.
      • Hindarkan memecahkan lepuhan lepuhan akibat terbakar atau mengambil kulit yang terbakar.
      • Memberikan larutan garam dan air soda kepada penderita apabila muntah.
      • Hindarkan membuka pakaian penderita dari bagian yang terbakar, kecuali bagian yang terbakar masih menyala.
    • Terkena arus listrik:
      • Mematikan aliran listrik dengan segera.
      • Menarik penderita dengan mengunakan kayu kering apabila aliran listrik tidak dapat dipadamkan dengan segera.
      • Mengontrol pernafasan, dan berikan pernafasan buatan apabila pernafasan berhenti. Cara membuat pernafasan buatan dengan jalan meniup ke mulut penderita beberapa kali sambil menutup lubang hidungnya.
      • Melakukan pertolongan seperti halnya pada perawatan untuk luka bakar, apabila penderita masih bernafas.
    • Sakit pencernaan:
      • Sakit perut ringan dapat diberikan minuman dengan obat atau tablet khusus.
      • Sakit berat segera bawa ke dokter.
    • Keracunan:
      • Apabila penderita dalam keadan tidak bernafas atau ingin muntah, telungkupkan dengan kepala menghadap ke pinggir sambil menunggu perawatan dokter.
      • Secapatnya memanggil dokter untuk mengamanan lebih lanjut.
    • Patah tulang:
      • Penderita diminta untuk tidak mengunakan anggota badan yang memar/membengkak.
      • Memanggil dokter untuk perawatan selanjutnya.
      • Hindari usaha untuk meluruskan bagian yang patah.
      • Apabila waktu menunggu dokter agak lama, penderita dapat dibantu dengan mamasang papan penopang di bagian atas dan bawah dari bagian yang patah dan dibalut hati-hati.
      • Membantu penderita untuk mengerakan bagian yang patah.
    • Pingsan:
      • Meletakkan penderita pada posisi telungkup dan usahakan agar badan terasa hangat dengan menyelimuti.
      • Memberi nafas buatan sambil menunggu pertolongan dokter

Tags: , ,

Post Author

Postingan ini dibuat oleh suhartanatanael@gmail.com yang telah menulis 299 dibuat pada Kegiatan Kristiani.

Satu Tanggapan “Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan di Dapur Dan Penanggulangannya”

  1. sablon kaos murah April 15, 2011 4:02 am #

    blogwalkingya.kunjungi blogku juga

Berikan Tanggapan