Doa Yabes

Yabes berseru kepada Allah Israel, katanya: “Kiranya Engkau memberkati aku berlimpah-limpah dan memperluas daerahku, dan kiranya tangan-Mu menyertai aku, dan melindungi aku dari pada malapetaka, sehingga kesakitan tidak menimpa aku!” Dan Allah mengabulkan permintaannya itu (1 Taw 4:10) //

וַיִּקְרָא יַעְבֵּץ לֵאלֹהֵי יִשְׂרָאֵל לֵאמֹר אִם־בָּרֵךְ תְּבָרֲכֵנִי וְהִרְבִּיתָ אֶת־גְּבוּלִי וְהָיְתָה יָדְךָ עִמִּי וְעָשִׂיתָ מֵּרָעָה לְבִלְתִּי עָצְבִּי וַיָּבֵא אֱלֹהִים אֵת אֲשֶׁר־שָׁאָל׃

Seruan Yabes kepada Allah dikenal dengan istilah doa Yabes. Alkitan secara singkat tentang Yabes. Latar belakang kehidupannya ditulis dalam I Tawarikh 4:9, bunyinya : “Yabes lebih dimuliakan dari pada saudara-saudaranya; nama Yabes itu diberi ibunya kepadanya sebab katanya: “Aku telah melahirkan dia dengan kesakitan.”" Yabes yang berarti kesakitan. Diberikan nama itu karena ibunya mendapat rasa sakit yang amat sangat ketika ia melahirkan anaknya ini. Dan saking sakitnya maka ibunya ini memberikan nama yang sangat buruk ini. Dapat dibayangkan bagaimana Yabes hidup di masa kecilnya. Penuh dengan sindiran dan ejekan, baik dari saudara-saudaranya ataupun kerabatnya. Ibunya sendiri mungkin akan membedakan perlakuannya kepada anak ini dibandingkan kepada saudara-saudaranya yang lain.

‘What is a name?’ kata Shakespeare, atau dalam bahasa Indonesia ‘Apa arti sebuah nama?’. Ternyata bagi Tuhan arti sebuah nama itu sangat penting. Dia tidak pernah sembarangan memberikan nama kepada seseorang. Bahkan Ia beberapa kali terbukti mengganti nama seseorang karena dianggapnya nama itu tidak/kurang tepat untuk orang tersebut. Dan ketika Ia mengganti nama itu, maka arti dari nama itulah yang memang Ia maksudkan agar terjadi dalam hidup orang tersebut. Contohnya Abram menjadi Abraham, Simon menjadi Petrus.

Jadi, ketika ibunya memberi nama Yabes, sesuai dengan kejadian hari itu, maka seperti itulah kehidupan anak itu pada awalnya. Kehidupan yang penuh dengan rasa sakit, kecewa dan penghinaan. Sakitnya saat melahirkan Yabes menjadikan ibunya berprasangka bahwa anaknya adalah sumber sakit. Prasangka merupakan hasil dari adanya interaksi sosial, maka cukup mudah menemukan sebab-sebab prasangka dalam kehidupan sosial. Faktor sosial yang menciptakan prasangka antar kelompok setidaknya bisa dikategorikan ke dalam enam hal, yakni: akibat konflik sosial antar individu dan antar kelompok, akibat perubahan sosial, akibat struktur sosial yang kaku, akibat keadaan sosial yang tidak adil, akibat terbatasnya sumber daya, dan adanya politisasi pihak-pihak yang mengambil keuntungan dari adanya prasangka. Prasangka tidak dapat dipisahkan dengan perbedaan kategori dalam hal ini disebabkan proses kelahiran dan menimbulkan diskriminasi dan tekanan kepada Yabes.

Yabes tidak hanyut dalam dampak negatif yang disebabkan adanya diskriminasi serta tidak menyalahkan TUHAN yang mengizinkan proses kelahirannya menbuat susah ibunya serta tidak membuat konflik dengan orang-orang sekitar yang mendapatkan perlakukan yang lebih manusiawi bagi sosok manusia. Dalam keadaanya yang dirasakan adanya tekan bersifat diskriminasi, Yabes berdoa kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh. ”Kiranya Engkau memberkati aku berlimpah-limpah dan memperluas daerahku, dan kiranya tangan-Mu menyertai aku, dan melindungi aku dari pada malapetaka, sehingga kesakitan tidak menimpa aku!” Dan Allah mengabulkan permintaannya itu

Yabes yang mendapatkan bagian yang kecil, tidak berarti tidak meminta keadilan kepada manusia, Yabes meminta berkat dari Tuhan dan berjuang untuk menperolehnya. Yabes yang memiliki streotif / prasangka buruk sehingga akses bantuan dari yang diharapan dari sesamanya kurang memuaskan, Yabes serius berseru agar TUHAN menyertai dan melindungi sehingga bebas dari malapetaka dan penderitaan. Doanya lahir dari kondisi yang terjepit dan dipanjatkan denga tulus dan iman bahwa TUHAN mendengar dan menjawab sekalipun sekeliling berprasangka yang buruk.

Doa Yabes terdiri dari 4 bagian.

  1. Yabes meminta Tuhan untuk memberkatinya. 
  2. Yabes meminta Tuhan untuk memperluas daerahnya atau meningkatkan tanggung jawabnya.
  3. Yabes berdoa agar Tuhan menyertainya dan tetap di sisi-Nya. 
  4. Yabes meminta Tuhan untuk melindunginya dari bahaya sehingga dia terbebas dari sakit.

Ia tidak mau menyerah kepada nasib yang membelit kehidupannya hanya karena nama yang diberikan ibunya. Ia mau maju dan mengubah nasibnya dengan mempercayakan dirinya kepada Tuhan. Ia yakin kalau Tuhan itu bisa membelah lautan, maka Ia juga pasti akan sanggup untuk menolong dirinya melakukan terobosan. Karena iman itulah maka walaupun semuanya kelihatan begitu buruk bagi dia, Yabes dengan tidak ragu-ragu mengajukan doa yang sangat tidak biasa untuk masa itu. Doa yang sangat berani !! Lebih jauh lagi, sama pentingnya bagi kita untuk tetap mendekat kepada Tuhan dan bergantung pada pertolongan-Nya serta tuntunan-Nya di sepanjang hidup kita. Yabes dengan jelas tahu dan berdoa secara khusus kepada yang melindunginya dari kejahatan dan sakit yaitu Tuhan. Pada akhirnya, dengan jelas dijelaskan bahwa Tuhan mengabulkan doa tersebut.

Adalah penting juga bagi kita untuk melihat bahwa Yabes begitu bersungguh – sungguh di dalam permohonannya kepada Tuhan : ” Dia berseru kepada Allah Israel.” Tuhan ingin mendengar bahwa kita membutuhkan-Nya melalui doa yang sungguh – sungguh. Yesus mengajarkan kita untuk meminta di dalam Matius 7:7-8, “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.”

Belajar dari Doa Yabes:

(1) Kiranya Engkau memberkati aku berlimpah-limpah
Kita minta supaya Tuhan memberkati kita dengan berlimpah, tentunya kembali lagi dengan motivasi yang benar, yaitu supaya berkat yang kita terima itu bisa kita pakai kembali untuk kemuliaan Tuhan, dan bukan untuk kepuasan pribadi. Punyalah mimpi dan visi dan bawa itu semua kepada Tuhan. Tidaklah salah mempunyai mimpi dan visi, karena semuanya dikembalikan lagi kepada kehendak Tuhan dalam hidup kita, apakah sejalan dengan jalan Dia atau tidak.

(2) Perluas daerahku
Kita minta kepada Tuhan supaya kemampuan kita terus diberkati dan ditambahkan, supaya kita bisa lebih melayani Dia. Misalnya kita sebagai ketua kelompok sel, minta kepada Tuhan supaya kita bisa menjadi ketua sel yang lebih baik lagi. Atau di saat kita harus membagikan firman Tuhan (mengajar, berkhotbah, dll), minta Tuhan supaya kita lebih cakap dalam mengajar dan berkhotbah supaya apa yang kita sampaikan bisa dimengerti dan firman bisa disampaikan dengan baik dan benar.

(3) Kiranya tangan-Mu menyertai aku
Terus bersandar kepada Tuhan dan bukan kekuatan kita sendiri. Kadang kita juga sering bergantung kepada orang atau sesuatu. Hati hati lah karena Tuhan bisa mengambilnya untuk membawamu kembali kepada Dia. Supaya engkau sadar bahwa hanya kepada Dia lah engkau seharusnya bergantung!

(4) Lindungi aku dari malapetaka!
Kita minta berkat Tuhan supaya kita dijauhkan dari malapetaka. Kata berkat punya makna mematahkan kuasa2 kutuk. Berdoa supaya kita dijauhkan dari kutuk2, penyakit, dan malapetaka. Namun apabila bencana datang, tetaplah mengucap syukur kepadaNya karena di saat2 itulah engkau akan lebih kuat dan bersandar kepada Tuhan!

Doa Yabes yang seolah-olah adalah doa untuk mendapatkan kemakmuran dan kesejahteraan semata-mata namun sesungguhnya adalah suatu seruan yang tulus agar dapat menjadi berkat dan berguna bagi sesama manusia sekalipun dalam awal kehidupannya penuh dengan perlakukan yang cenderung diskriminasi. Yabes tidak bersunggut-sunggut serta mempermasalahkan perlakuan yang diterimanya melainkan menjadikan hal itu pemicu untuk menjadi berkat bagi banyak orang.

Bagaimana keadaan kita sekarang, tataplah Yesus yang sanggup memberikan hal yang ajaib yang mengubah hidup namun bila keadaan berubah, kategori kelas berubah menurut pendapat opini orang banyak, tetaplah rendah hati, tetaplah memandang TUHAN dan jadilah berkat bagi sekitar.


Share: hal praktis
  • Facebook
  • Tumblr
  • Twitter
  • Google Buzz
  • Orkut
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • email
  • Ping.fm
  • Print
  • RSS
  • Yahoo! Buzz

Tags: , ,

Post Author

This post was written by suhartanatanael@gmail.com who has written 202 posts on Kegiatan Kristiani.

No comments yet.

Leave a Reply