Nasehat Alkitab Hal Malas

Ibrani 6:12 agar kamu jangan menjadi lamban, tetapi menjadi penurut-penurut mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah. // ἵνα μὴ νωθροὶ γένησθε, μιμηταὶ δὲ τῶν διὰ πίστεως καὶ μακροθυμίας κληρονομούντων τὰς ἐπαγγελίας.

Kata lamban berasal dari kata νωθροὶ memiliki konotasi antara lain : lamban (yang kusam) bosan, malas, tumpul, lalai, kendur. Barnes’ Notes on the Bible memberi pernyataan bahwa Kitab Ibrani menasehati agar pembaca tidak bermalas – malas/tidak aktif. Ini adalah apa yang dia sangat berkeinginan menjaga mereka melawan kemalasan/kelambanan. Dengan rajin dan usaha keras mereka hanya bisa mengamankan diri dari bahaya pemurtadan. Dari mereka (pahlawan-pahlawan iman) yang melalui iman dan kesabaran – Karena iman, atau keyakinan pada Tuhan, dan dengan kesabaran dalam penderitaan – merujuk kepada mereka yang di masa-masa yang tetap setia kepada Allah, dan telah masuk ke surga. Dalam Ibrani 11, rasul telah memberikan daftar panjang sejumlah teman-teman-nya yang tekun dan setia kepada Allah.

Alkitab menyatakan bahwa kemalasan yang menyebabkan kendur dan lalai melakukan apa yang seharusnya dilakukan sehingga kehidupan tumpul sesuatu yang harus dlawan dengan kehidupan yang disiplin dalam kesetiaan melakukan apa yang harus dilakukan agar apa yang dijanjikan benar-benar tergenapi dalam kehidupan kita, sebab karena iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Karena iman kita tetap melakukan sesuatu sekalipun itu tidak tampak.

Amsal 19:15 menyatakan, “Kemalasan mendatangkan tidur nyenyak, dan orang yang lamban akan menderita kelaparan. Kemalasan sikap apatis, tidak aktif yang menyebab tertidur dan berdampak dalam kehidupan jasmani. Kemalasan adalah pola pikir yang mempengaruhi tindakan tubuh sehari-hari. Kemalasan menyebabkan hidup negatif dan tidak efektif.

Kamus besar bahasa indonesia menyatakan bahwa Malas adalah tidak mau bekerja atau mengerjakan sesuatu dan arti yang kedua adalah segan; tidak suka; tidak bernafsu. Malas dalam Alkitab terkadang bukan berdiam diri saja melainkan tidak mau melakukan apa yang harus dikerjakan dan mengerjakan apa yang harus tidak dikerjakan sebab malas dalam Kitab Ibrani tidak melakukan apa yang harus dilakukan sesuai dengan fungsi dan perannya sebagai umat percaya kepada-Nya. Yunus tidak mau melakukan apa yang ditugaskan untuk pergi ke Niniwe, Yunus malas melakukan apa yang dikendaki TUHAN sehingga menyibukan diri dengan apa yang ada dipikirannya pergi ke tempat lain. 2 Tesalonika menyatakan bahwa orang yang dikatakan malas tetap memiliki kesibukan sekalipun kesibukannya tidak berguna. {”Kami katakan ini karena kami dengar bahwa ada orang di antara kamu yang tidak tertib hidupnya dan tidak bekerja, melainkan sibuk dengan hal-hal yang tidak berguna. Orang-orang yang demikian kami peringatkan dan nasihati dalam Tuhan Yesus Kristus, supaya mereka tetap tenang melakukan pekerjaannya dan dengan demikian makan makanannya sendiri” (2 Tesalonika 11:12)}.

Malas juga dapat bersifat jasmani, sehingga jauh lebih apatis jika hanya malas secara rohani saja. Billy Graham Kemalasan menunjukkan jarak antara apa yang Anda seharusnya dan apa yang Anda sebenarnya. Kemalasan adalah jarak perbedaan bagaimana Anda sebenarnya dan menjadi orang yang bagaimana seharusnya Anda sebenarnya. Kemalasan adalah pembinasa kesempatan dan pembunuh jiwa. Kemalasan membunuh secara diam-diam tanpa ribut, tapi hasilnya sama saja.

Pendapat tentang kemalasan terhadap hal-hal jasmani antara lain dinyatakan sebagai:

  • “Perubahan tidak akan terjadi dengan kemalasan, kesuksesan selalu berbanding lurus dengan kerja keras dan cerdas” .
  • “Kemalasan akan menbuahkan penyesalan-penyesalan dimasa mendatang. Kemalasan akan meniadakan kemungkinan-kemungkinan sukses anda”

Dalam pendidikan Kecerdasan mengenal kecerdasan majemuk.Dalam kecerdasan majemuk maka pola konsep cerdas menjadi multi dimensi, demikian juga konsep malas tidak ada orang malas jika dikaitan dengan “kerajinan majemuk” http://renunganhidup.com untuk mengambarkan tidak ada orang malas kisah ini:

  • Contoh Kasus, Sebut Saja Andi, Dia Mendapat Nilai Merah Di Sekolahnya. Seluruh Waktunya Digunakan Untuk Bermain Sepak Bola. Pergi Sekola Pagi Hari, Di Waktu Istirahat Ia Bermain Bola. Kemudian Pulang Sekolah Lanjut Bermain Bola. Di Hari Minggu, Pagi Harinya Ia Bermain Bola. Siang Hari Istirahat Dan Sore Harinya Kembali Bermain Bola. Bisakah Kita Sebut Andi Sebagai Pribadi Yang Malas ?
    Dan Orangtuanya Menyalahkan Andi Karena Malas. Setujukah Teman Teman Kalo Bilang Andi Pemalas ?
    Jika Kita Memandang Andi Dari Sisi Akademis, Ya Dia Memang Malas. Lalu Apa Yang Kita Dapat Dari Kemalasan Andi ? Nilai Merah ? Kenapa Kita Memaksakan Hal Yang Senantiasa Jarang Dilakukan ? Kenapa Kita Ga Memandang Dari Persepsi Lain ?
    Jika Saja Orangtuanya Andi Memasukkan Andi Ke Sekolah Bola, Mungkin Andi Takkan Mendapat Nilai Merah.
    Tujuan Dari Tulisan Ini Adalah Mengakomodir Segala Kelebihan Pada Bidangnya. Atau Mungkin Teman Teman Yang Memiliki Hobi Musik, Namun Ditentang Habis Habisan Oleh Orang Tua ? Jika Memang Disitu Bakat Kita, Kenapa Kita Harus Menghabiskan Pada Bidang Yang Bukan Bakat Kita ? Setiap Manusia Itu Berbeda, Dan Kita Punya “Lapangan” Masing Masing

Billy Graham menyatakan bahwa dosa ke lima anak dara yang bodoh hanyalah lalai menyediakan minyak bagi dirinya dan dianggap bentuk kemalasan dan ketidaksetiaan demikian juga dengan orang yang menerima satu talenta. Dosanya tidak melakukan sesuatu yang diinginioleh TUHAN. Alkitab selalu mengkaitan kemalasan dengan tindakan yang lalai bahkan tidak tepat dikerjakan dengan sengaja tidak mau melakukan sesuatu yang harus dikerjakan, meski dalam sejumlah teks juga mengupas orang yang memang tidak melakukan apa-pun, seperti :

  • Amsal 21:25 ~ Si pemalas dibunuh oleh keinginannya, karena tangannya engan bekerja.
  • Amsal 12:27 Orang malas tidak akan menangkap buruannya, tetapi orang rajin akan memperoleh harta yang berharga.
  • Amsal 18:9 Orang yang bermalas-malas dalam pekerjaannya sudah menjadi saudara dari si perusak.

Dalam psikologi malas dibedakan antara rasa malas dan sifat malas. Rasa malas berhubungan dengan mood dan terjadi sewaktu-waktu (tempory) sedangkan sifat malas sudah menjadi kebiasaan rutin. Untuk tidak jatuh kepada sifat malas saat alami kejenuhan atau kehilangan mood maka menurut jobsdb.com lakukan antara lain:

  • Fokuskanlah pikiran anda.
  • Buatlah list atau tujuan anda
  • Kembangkanlah keinginan terbesar Anda untuk mencapai tujuan
  • Konsisten dan menumbuhkan disiplin diri
  • Bulatkanlah tekad Anda sebab pasti hadapi rintangan

Bila kemalasan tidak segera dilawan maka menghasilkan :

  • Membiarkan diri kita dicelakai oleh diri sendiri.
  • Kebingungan
  • Malas dapat mengambil, mencuri, merampas apapun yang kita miliki”
  • Cenderung mudah sakit
  • Menumpulkan otak/pikiran
  • Melemahkan daya ingat, mempercepat penuaan
  • Tidak produktif

Alkitab menyatakan bahwa kemalasan dapat menyebabkan :

  • Menumbuhkan sikap tidak peduli ( Ams 12:27; 26:15)
  • Menjadi saudara dari si perusak ( Amsal 18:9)
  • Menganggap dirinya lebih bijaksana (Amsal 26:16)
  • Menyebabkan kekuarangan (Amsal 20:4)
  • Menyebabkan kelaparan (Amsal 19:15)
  • Menyebabkan kemiskinan ( Amsal 10:4)
  • Menyebabkan kerusakan (Amsal 24:30,31)
  • Menyebabkan mencampuri urusan orang lain dan menganggu (1 Tim 5:13)
  • Menyebabkan kerja paksa (Amsal 12:24)
  • Menghasilkan putus asa Amsal 13:4; 21:25)

Firman Tuhan menyatakan bahayanya kemalasan bukan saja untuk hidup di dunia saja melainkan untuk hidup kekal di sorga kelak sebab dalam perumpamaan gadis bodoh terlihat jelas bahwa penantian kedatangan-Nya yang terkadang membuat tertidur karena situasi, haruslah dilawan sebab roh yang penurut tetapi daging lemah bukanlah alasan untuk hidup menuruti daging yang mendorong tertidur.

Firman Tuhan mengigat kepada kita untuk berjaga dan berdoa. Untuk berusaha tetap melakukan sesuatu yang sesuai dengan panggilan Anda. Untuk itu kita diminta antara lain untuk :

  • Efesus 5:14 ~ Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu
  • Roma 12:11 ~ Janganlah hendaknya kerajinan kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan

Bila kita sedang posisi malas, datanglah kepada Yesus, Akuilah dan jadikanlah Dia raja yang mengatur kehidupan kita dengan menjadi penurut dan pelaku Firman-Nya.

Tags: , ,

Post Author

Postingan ini dibuat oleh suhartanatanael@gmail.com yang telah menulis 299 dibuat pada Kegiatan Kristiani.

Belum ada komentar.

Berikan Tanggapan