Allah Menciptakan Manusia.

Allah  menciptakan manusia setelah Allah menciptakan alam raya. Manusia diciptakan setelah segala sesuatu dipersiapkan oleh Allah dengan baik. Keputusan menciptakan manusia setelah Allah memutuskan untuk bertindak menjadikan manusia dengan suatu kriteria yang sangat jelas.  Manusia diciptakan menurut gambar dan rupa-Nya ( Kej 1:26)

Ketika Allah berkata , “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa kita…” kepada siapakah Ia berbicara? Allah melakukan pembahasan dan merencanakan manusia menurut gamabr rupaNya sendiri, Mengapa Allah yang Esa melakukan pembahasan? Bukankah Allah itu satu sehingga tidak perlu melakukan pembahasan?!

Bila kita memperhatikan kejadian 1:1-3 maka kita akan menemukan kata “Elohim”. Elohim memiliki dua arti yaitu Allah Esa memiliki kejamakan dalam keagungan dan dapat diartikan para allah. Dalam konteks agama Yahudi Elohim berarti Allah Yang Esa yang agung dalam segala hal dan berkuasa dalam segala hal berbeda ( Ul 6:4, 10:21) dengan Elohim yang dianut oleh masyarakat sekitar Israel kuno yang menganut politheisme. Bila Elohim artinya Allah yang Satu, mengapa Ia melakukan pembahasan? Dengan siapakah Elohim bertanya? Sedangkan Elohim dalam konteks agama sekitar Yahudi jelas pasti tidak dapat masuk dalam kitab Kejadian yang juga dipegang oleh Agama Yahudi dan Agama Samaria. Dalam Kejadian secara berturut-turut muncul kata Allah, kemudian Roh Allah dan Allah Berfirman dan Allah adalah Esa. Hal serupa dijumpai dalam Kitab Injil Yohanes 1:1. Dalam bahasa modern sehari-hari dalam kekristenan maka  diistilahkan bahwa Allah Bapa, Allah Firman dan Allah Roh Kudus (sumber teks diantaranya Matius 28:19) Yang Tunggal merencanakan penciptaan manusia bersama-sama. Ia menjadikan manusia menurut gambar dan rupa-Nya sendiri. Apakah gambar dan rupa Allah yang dimaksudkan?

Secara dogmatik dan berpikir sederhana, gambar dan rupa Allah berarti manusia diberikan kemampuan untuk berpikir, berkehendak dan berperasaan. Gambar dan rupa Allah juga berarti sebagai mana Allah adalah ROH yang bukan tubuh jasmaniah, maka manusia selain menjadi makhluk hidup kelihatan tetapi memiliki roh dan jiwa yang tidak nampak dimana roh dan jiwa berdiam dalam tubuh yang nampak. Dengan diciptakan manusia menurut gambar Allah maka manusia boleh mengenal Allah dan berbicara dengan Allah dengan sasaran manusia memuliakan dan mengagungkan Allah Pencipta Yang Esa.

Dalam Kejadian 1:27; 2:7 diceritakan manusia yang diciptakan Allah. Manusia berasal dari tanah dan debu hidup setelah Allah menghembuskan nafas-Nya yang membedakan proses penciptaan dengan hasil ciptaanNya yang lain di alam semesta. Allah mengembuskan nafas agar manusia memiliki kemampuan untuk mengenal, mengasihi dan mentaati Allah yang telah membuatnya hidup. Manusia yang diciptakan Allah kemudian diberikan tugas untuk mengelola bumi dan ditempat di Taman Eden.

Segala ciptaan Allah adalah baik dan sempurna, demikian juga Adam dan Hawa yang diciptakan Tuhan.

Tags: , , ,

Post Author

Postingan ini dibuat oleh suhartanatanael@gmail.com yang telah menulis 299 dibuat pada Kegiatan Kristiani.

Belum ada komentar.

Berikan Tanggapan